Jumat, 04 Maret 2011

SANG PELAMUN

Duduk terdiam tanpa ucap dengan tatapan hampa memang telah menjadi kebisaan ku. Otak ku pun berhenti bekerja pada saat itu. Tidak ada gembira, hanya sedih yang berlalu lalang. Aku selalu hanyut pada peliknya masalah hidup. Teraniaya kepedihan dan di cerca oleh rasa ketakutan. Aku seperti orang yang menyandang cacat mental. Diam dan seperti hilang ingatan.

Gelak tawa tak pernah hadir tapi luka tak mau pergi. Kesengsaraan menjadi sahabat dan rasa tidak mampu semakin akrab dengan kehidupan dunia ku yang sepi.

Tidak ada bintang yang benderang pada setiap malam ku. Atau bulan yang menari mengelilingi bumi. Pikiran ku tak menginjak tanah, beterbangan bebas entah ke mana.

Aku adalah pelamun, bukan penyamun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar