Sabtu, 02 April 2011

MENERIMA KEADAAN

"When you try you best but you don't succeed"
"When get what you want but not what you need"

Sepenggal lirik lagu "Fix You" dari "Coldplay" seolah menjadi kalimat yang mengajarkan aku agar selalu menerima keadaan dan menerima apa yang aku punya saat ini. Banyak hal yang aku inginkan tapi begitu seringnya hal itu tak dapat aku raih.

Setelah lulus sekolah, aku ingin melanjutkan pendidikan ku ke jenjang yang lebih tinggi. Aku ingin menjadi mahasiswa yang mengambil FKIP Bahasa Inggris. Karena cita-cita sejak kecil amatlah sederhana, yaitu menjadi seorang guru bahasa Inggris. Saat sekolah pun aku tidak pernah mendapatkan nilai rapor yang mengecewakan pada mata pelajaran bahasa Inggris. Aku pun pernah menjadi murid kesayangan dari guru bahasa Inggris saat sekolah.

Kapan aku bisa kuliah?

Aku sadar, meski pun jika nanti aku bisa kuliah, keluarga ku pasti tidak akan bisa membiayai kuliah ku. Karena ibu ku hanya seorang TKW sedangkan aayah ku hanyalah seorang buruh tani. Dan keduanya pun telah lama bercerai. Jadi, tambah sulit untuk ku agar dapat merealisasikan keinginan ku.

Mungkin Tuhan memiliki rencana lain di balik keinginan ku. Apa pun itu, aku hanya bisa pasrah pada ketetapan-Nya.

Status pengangguran kini kembali melekat sejak aku memutuskan untuk berhenti kerja pada 18 Maret 2011. Aku mengundurkan diri karena perolehan upah yang aku terima tidak sesuai dengan jam kerja. Aku sering keluar masuk dan berpindah-pindah tempat kerja, tapi tidak pernah akumengalami pemotongan gaji separah ini. Apa salah jika aku menanyakan hal tersebut langsung pada HRD?

Sesekali aku bersabar akan hal ini, namun pada pembagian gaji berikutnya ternyata masih ada pemotongan gaji. Aku ikhlas! anggap saja aku bershadaqoh pada fakir miskin.

Dengan semaksimal mungkin aku mempelajari cara kerja dan mentaati peraturan di tempat kerja tersebut. Tapi tetap saja, selalu ada kesalahan yang tidak aku ketahui yang mengakibatkan pemotongan gaji ku. Seharusnya pihak pengawas menegur ku atau memberitahukan letak kesalahan ku, agar aku bisa waspada dan hati-hati dalam bekerja. Tapi, ini tak berlaku untuk mereka.

Kenyataan ini tidak sejalan dengan keinginan. Pengalaman hidup yang mendewasakan seolah membekali ku dengan prilaku positif. Dapat menerima keadaan adalah suatu hal yang sangat sulit, karena sifat manusia yang amat sangat tamak dan serakah. Termasuk orang seperti ku.

Ambisi kuliah yang belum sempat dan ketenangan kerja yang susah didapat menjadi menu istimewa yang Allah berikan padaku. Tak pantas bila saat ini aku merasa iri pada mereka yang beruntung bisa mendapatkan keinginannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar