Kamis, 27 Januari 2011

PANAS YANG BERINGAS

Seharusnya aku tak selalu diam
Menanti panas berotasi
Pikiran ku terkurung oleh sepoy angin
Hingga wajah ku tak tersentuh air

Ini adalah jujur, bukanlah permainan
Meski tatap ku hancur oleh seribu halangan
Dan mulut ku terbungkam menatap ombak
Hingga bunga tak lagi semerbak

Duhai kekasih....jagalah hati dan diri
Jika aku akan mati esok pagi
Biarlah cintamu yang terkasih
Mengkafani ku tanpa dosa lagi

Biarlah sejuk merasuk
Agar gerah tak lagi mengamuk
Biarlah hangat merambat
Agar lelah tak lagi menyengat

Aku berdiri diantara panas yang beringas

Senin, 24 Januari 2011

LELAKI

Lelaki....
Mereka utusan Tuhan yang diemban tugas

Tentara kami saat perang mendera
Hujan kami saat gersang berkepanjangan
Api unggun kami saat di perlakukan tidak adil
Obat kami saat perih
Arah kani sat kalap tak tentu
Cahaya kami saat kelam merajai
Imam dalam shalat kami

Lelaki...
Pendamping kami suatu hari nanti....

oleh:
Khairunnisa Mawar Biduri

WANITA

Wanita,
Sesungguhnya tiada yang lebih gagah darimu
Meski tidak semua tahu

Dan jika ada yang lebih bening dari embun
Itulah engkau
Salju pun kadang cemburu

Wanita,
Peranmu mengaduk-adukan dunia!
Bahkan, kau mampu ciptakan planet baru jika Tuhan mau
Dan lelaki, pendampingmu suatu hari nanti
Tuk saling menjumpai hati dan sayangi cucu sampai mati

Oh  wanita,
Apa lagi yang kau mau?
Dunia milikmu bukan?

Tuhan hanya ingin satu
Jagalah rumahmu...

oleh:
Khairunnisa Mawar Biduri

BUNUH SEKARANG!

Terbanglah  ke waktu ternyaman
Cari gerbong-gerbong terang
Tabrak dusta yang lantang
Usir deretan buaya jalang
Penggal saja keji perusak nyawa
Bunuh!
Aniaya bercak nista si pura pura
Bunuh saja sekarang!
Sekarang!
Sekarang!

oleh:
Khairunnisa Mawar Biduri

Sabtu, 22 Januari 2011

PENGAGUM BODOH

12 Mei 2009 adalah waktu dimana aku memulai kerja di PT. Pilar Makmur Utama. Sebuah industri sendal yang menjadi urutan ketiga setelah PT. Perfecta Nusa dan PT. Kencana Gemilang dalam karir ku. Tempat kerja ku tidak terlalu jauh, jadi aku selalu merasa nyaman dalam bekerja. Mungkin PT. Pilar Makmur Utama adalah jawaban dari pertanyaan yang aku panjatkan pada Tuhan.

Di PT. Pilar Makmur Utama aku bersahabat dengan Azim, senior ku yang umurnya sebaya dengan ku. Aku banyak belajar darinya. Selain masalah pekerjaan, dia pun selalu membela ku bila ada perkelahian kecil antara aku dengan rekan kerja ku yang lain.

Azim adalah rantauan dari Pekan Baru yang telah bekerja cukup lama di PT. Pilar Makmur Utama. Dia adalah salah satu teman ku yang pandai bicara dan mengelak. Pertemanan kami begitu dekat. Tidak ada sesuatu yang disembunyikan dari kami. Dan kita pun selalu blak-blakan dalam membicarakan sesuatu. Hitam-Putih kehidupan kita pernah melaluinya. Kami bahkan sering menenggak minuman keras sampai pagi bila kami telah mendapat uang gajian. Itulah kami, dua remaja nakal.

Azim tahu betul tentang aku dan begitu pun sebaliknya. Aku merasa Azim adalah sahabat sejati ku, karena susah senang kita melewatinya bersama.

Tapi hal itu berubah 180 derajat ketika Azim mengambil wanita pujaan yang aku idamkan, namanya Indah. Indah adalah seorang karyawan baru di tempat kerja kami. Dia satu bagian dengan ku, jadi aku lebih sering menemuinya.

Tubuh Indah begitu mempesona, membuat ku selalu tak berkonsentrasi saat bekerja. Aku selalu berfantasi dan membayangkan Indah sedang aku cumbu. Wangi tubuhnya membangkitkan kejantanan ku.

Jujur! Aku ingin mencumbunya bukan hanya dalam impian. Aku ingin mendapatkannya secara langsung. Aku ingin melumat bibirnya yang tipis dan takkan pernah melepaskan ciuman ku selamanya.

Tapi sepertinya aku tak akan pernah mendapatkan Indah saat itu. Karena aku selalu takut bila berhadapan dengan wanita cantik, termasuk dengan Indah. Hal itulah yang menjadi kelemahan ku bila bertemu wanita.

Azim mengetahui perasaanku terhadap Indah.Tapi ternyata, diam-diam Azim pun mengagumi Indah. Kami adalah dua sahabat yang suka pada satu wanita yang sama. Satu hal yang aku harap dari Indah adalah hanya ingin melampiaskan nafsu liar ku. Tak ada cinta yang tumbuh saat itu karena aku hanya sebatas mengagumi. Tapi dari hari ke hari hal itu berubah dan aku pun ingin mendapatkan cinta dari Indah. Aku terbius oleh aroma Indah.

Aku merasa, akulah orang yang akan mendapatkan Indah karena saingan terberat ku, yaitu Azim telah memiliki tambatan hati, namanya Salma. Jadi, mana mungkin Azim mengkhianati Salma yang telah dicintai dan dipacarinya selama dua tahun.

Azim adalah seseorang yang memegang teguh pada prinsipnya, apapun yang dia inginkan maka dia harus bisa mewujudkannya, meski pun ada beberapa orang yang tersakiti. Azim memanfaatkan kelemahan ku yang tak begitu mahir merayu dan memikat wanita. Jangankan merayu, mendekatinya pun aku tak sanggup.

Aku pernah menegurnya agar menghargai aku sebagai sahabatnya yang pertama menginginkan Indah. Tapi Azim tak menghiraukan teguran ku bahkan dia seolah sengaja mengajak bicara Indah di hadapan aku dan Salma sebelum dan sesudah jam kerja.

Tiap kali aku melihat mereka berdua bercakap seakan aku ingin memukuli Azim hingga babak belur. Tapi, apa hak ku mengganggu mereka? Karena aku hanyalah seorang pengagum bodoh yang sama sekali tidak memiliki keberanian untuk mendekati Indah.

Semakin hari hubungan mereka semakin akrab. Aku iri dan cemburu pada keakraban mereka. Azim yang beberapa yang lalu menjadi sahabat ku kini seolah telah menjadi musuh nomor satu untukku. Kelakuan Azim pada Indah selalu memancing emosi ku karena dengan sengaja memegangi tangan Indah dengan erat. Aku tak paham apa yang sebenarnya ada dalam pikiran Azim. Mengapa dia sampai tega mengkhianati cinta Salma yang benar-benar mencintainya. Apa karena Indah lebih cantik dari Salma?

Cinta memang membutakan segalanya. Azim meninggalkan Salma untuk memuaskan ambisinya mendapatkan Indah. Bahkan Azim pun telah menyakiti hati ku secara perlahan. Salma mungkin mersakan hal yang sama sepertiku yaitu sama-sama membenci hubungan mereka. Aku membenci Azim tapi Salma mencintai Azim. Aku mencintai Indah tapi Salma menbecinya. Tentu saja kami berdua pun tak menyetujui hubungan mereka.

"Biarkan sang waktu menjawab", kalimat yang sering aku ingat. Aku mengira hubungan mereka tak akan lama. Tapi ternyata , Azim benar-benar serius mencintai Indah. Aku selalu mendo'akan agar hubungan mereka cepat berakhir. Tapi, semakin lama mereka semakin mesra.

Aku yang dulu selalu menghabiskan waktu dengan tertawa terbahak bersama Azim kini semua telah berakhir.  Persahabatan kami mulai retak sejak kedatangan Indah. Bahkan sampai sekarang, aku dan Azim sudah tak saling menyapa bila bertemu. Dan seolah kami sedang terlibat perang dingin. Kami saling diam tapi tidak saling membenci.

Aku sempat memberanikan diri untuk mendekati Indah. Ku ungkapkan semua perasaan ku padanya. Tapi, aku terlambat dan Indah menolak ku. Indah bilang pada ku bahwa dia telah berkomitmen dengan Azim. Karena satu minggu ke depan, Azim akan melamar Indah. Aku sempat tak percaya dengan ucapan Indah, karena Azim pun sempat mengatakan hal yang demikian kepada Salma. Apakah ini adalah taktik Azim untuk mendapatkan wanita? Begitu polosnya Indah karena telah terperangkap oleh kelicikan Azim.

Aku sempat ingin melupakan Indah ini dan tak berlarut-larut memikirkannya. Tapi ini masalah hati ku jadi aku susah untuk menghilangkannya.

Satu kemudian, ternyata Azim menepati janjinya untuk melamar Indah. Entah apa yang harus aku rasa? Karena sedih dan rasa marah bercampur jadi satu. Pernikahan mereka seolah menambah luka yang lebih dalam di hati ku. Aku sakit hati oleh kebahagiaan mereka.

Aku akui, aku kalah dan Azim memenangkan persaingan ini meski pu aku dan Salma yang menjadi korban dari pernikahan mereka.

Selamat berbahagia, musuh dan sahabat ku......

Kamis, 20 Januari 2011

MEMANAH HATIKU

Aku tertarik, tanpa sengaja hati ku tertarik
Pada peri kecil yang bentangkan sayap di hati ku
Aku menyerah, aku mengaku kalah
Pada magic yang dia sihirkan padaku

Matanya yang tajam, seakan membuatku ingin selalu menatap bola matanya
Hidungnya yang runcing, seolah ingin tetap benak ini memikirkannya
Dan bibirnya yang merah, serasa ingin abadi tubuh ini memilikinya

Ah....Aku jatuh cinta (lagi)
Diakah yang Tuhan kirimkan untukku?
Hinakah aku untuk mendapatkannya?

Oh....Aku tak berdaya (lagi)
Inikah pertanda bahwa aku harus berubah?
Dan sanggupkah aku tak pindah ke lain hati?

Luka ku belum reda
Dan rasa itu belum musnah, sirna dan tenggelam kelam

Emosi ku telah padam
Pada dirinya yang indah, anggun dan memanah hatiku

BAGAI PUNGGUK MEMBENCI BULAN

Hari ini aku akan mengubah pribahasa "bagai pungguk merindukan bulan". Dan aku kan menggantinya dengan "bagai pungguk membenci bulan". Ini bukanlah sifat arogansi ku karena dengan serta merta mengubahnya.

Ini adalah bentuk dari rasa protes ku terhadap seorang wanita manis yang beberapa hari yang lalu aku rindukan. Aku akui, dia sungguh cantik, tapi kelakuan dan tingkah lakunya sangat licik. Aku telah salah mencintainya. Dan aku kecewa karena telah merindukannya.

Beberapa bulan lalu aku sempat mengaguminya bahkan mengatakan cinta mati kepadanya. Mungkin aku terlena dengan keanggunannya. Parasnya membuatku buta pada hal-hal di sekeliling ku.

Cinta mati, adalah cinta yang buat ku mati. Dia dengan perlahan-lahan memudarkan kegagahan ku dengan keegoisannya.

Tak ada sama sekali niat dalam hati ku untuk menyakitinya, tapi dia begitu tega menghinaku. Aku sadar bahw sekarang dia tak begitu mencintaiku.

Aku "bagai pungguk membenci bulan"