Senin, 22 September 2014
Rabu, 03 September 2014
SECURITY
Jum’at, 1 Agustus 2014, tepatnya
setelah beberapa hari dari Idul Fitri 2014. Pada jam 13.45 WIB, saya mendapat
telepon dari Ayah saya yang berada di rumahnya. Karena saya dan Ayah kini tidak
lagi satu rumah. Via sambungan telepon, Ayah berpesan pada saya untuk segera ke
rumahnya. Tanpa berbicara lama Ayah menutup telepon dan saya pun lekas pergi.
Sesampainya di rumah Ayah,
rupanya Ayah sedang kedatangan tamu. Tamu itu berpakaian rapi lengkap dengan
sepatu hitam dan tas di samping tempat
duduknya. Tanpa berdiam lama setelah mengucap “ Assalamualaikum”, saya langsung
menjabat dan mencium tangan Ayah dan tamunya tersebut. Kemudian Ayah menyuruhku
duduk dan memperkenalkan saya dengan tamunya. Sang Tamu bernama “Pak Jamal”, dia
bekerja di “ PT. Gama Cipta Karya yang berada di kawasan Batu Ceper Tangerang.
Beliau menjabat sebagai HRD di perusahaan tersebut. Saya mengerti maksud dari
Ayah mengenalkan saya dengan Pak Jamal, karena saya telah lebih dari 3 bulan
menganggur. Beliau merekomendasikan saya untuk melamar ke perusahaan Pak Jamal.
Karena Pak Jamal sebagai HRD mungkin proses mendapat pekerjaan pun akan lebih
mudah. Karena Pak Jamal pun tidak terlalu jauh dari rumah saya.
Saya mengobrol banyak dengan Pak
Jamal, rupanya perusahaan Pak Jamal bergerak dibidang penyediaan lowongan kerja
yang berada di Tangerang, Bogor dan Jakarta Barat. Dari semua cerita Pak Jamal,
saya cukup tertarik untuk lekas melamar ke tempat kerja Pak Jamal.
Minggu, 3 Agustus 2014, tepat jam 20.15 WIB saya berkunjung ke rumah Pak Jamal. Beliau menceritakan secara detail proses melamar di tempatnya. Beliau mengatakan bahwa saya harus menyiapkan uang Fee sebesar Rp. 1.500.000,00 dan uang pendaftaran member sebesar Rp. 350.00,00.
Ketika saya jujur bahwa saya tidak memiliki uang Fee lalu saya disarankan setidaknya untuk bisa daftar sebagai member. Fungsi dari member itu sendiri yaitu akan mendapat lowongan kerja di tempat kedua ketika kontrak saya habis di tempat kerja yang pertama. Begitu pun seterusnya jika di tempat kerja yang kedua saya diberhentikan atau kontrak saya habis.
Minggu, 3 Agustus 2014, tepat jam 20.15 WIB saya berkunjung ke rumah Pak Jamal. Beliau menceritakan secara detail proses melamar di tempatnya. Beliau mengatakan bahwa saya harus menyiapkan uang Fee sebesar Rp. 1.500.000,00 dan uang pendaftaran member sebesar Rp. 350.00,00.
Ketika saya jujur bahwa saya tidak memiliki uang Fee lalu saya disarankan setidaknya untuk bisa daftar sebagai member. Fungsi dari member itu sendiri yaitu akan mendapat lowongan kerja di tempat kedua ketika kontrak saya habis di tempat kerja yang pertama. Begitu pun seterusnya jika di tempat kerja yang kedua saya diberhentikan atau kontrak saya habis.
Tapi darimana saya memiliki uang Rp.350.000,00 ? Saya tidak ada pemasukan gaji atau hasil dari usaha sampingan. Sementara gantungan gaji di tempat kerja yang dulu (3 bulan yang lalu) pun baru akan saya terima tanggal 1 September.
Kemudian Pak Jamal menyarankan saya untuk minta uang pendaftaran member ke Ayah saya yang memang punya usaha ternak ayam. Karena Pak Jamal pun tau bahwa Ayah saya cukup sukses dari usaha ternak Ayamnya. Lalu saya terdiam dengan sran dari Pak Jamal dan berfikir, bahwa setelah saya menikah saya sudah tidak tega meminta atau meminjam uang pada Ayah saya, karena saya tau bahwa Ayah saya pun masih membutuhkan banyak uang untuk biaya sekolah 2 adik tiri saya. Saya lebih memilih menunggu mendapat uang dari gantungan gaji saya di tempat kerja yang dulu daripada saya harus membebani Ayah. Padahal Ayah saya pun pernah berkata " Jika perlu uang untuk kerja, minta saja ke Ayah" tapi meski pun Ayah bilang seperti itu saya tetap saja tak tega.
Senin 1 September 2014, saya pulang dari tempat kerja lama dan baru saja mendapat gantungan gaji saya sebesar Rp. 910.000,00. Semua uang itu saya berikan pada Istri saya untuk sebagian membayar hutang dan sebagian lagi untuk kebutuhan makan kami bertiga (saya, istri dan anak).
Tapi Istri saya berinisiatif untuk menggunakan uang tersebut untuk saya modal kerja yang dulu Pak Jamal pernah sarankan. Namun saya agak keberatan dengan inisiatif Istri saya, karena dengan total jumlah uang tersebut tidak akan cukup untuk biaya pendaftaran member dan uang fee. Karena Rp. 1.850.000,00 yang harus saya sediakan untuk bisa bekerja. dan saya pun mencari uang tambahan untuk bisa makan. Tapi Istri saya bersikeras agar saya menemui Pak Jamal dan berharap semoga Pak Jamal bisa membantu saya sebisanya. Lalu Senin malam saya kembali bertamu ke rumah Pak Jamal, saya berkata pada Pak Jamal bahwa saya siap daftar menjadi member di PT. Gama Cipta Karya dan beruntungnya saya ketika Pak Jamal menawarkan saya kerja di industri peleburan baja yang berada di Kawasan Balaraja sebagai Security. Beliau mendeskripsikan tentang tempat kerja tersebut. Semua pernyataan beliau membuat saya tertarik tapi saya pun kembali melihat ulang keadaan keuangan yang saya punya saat ini.
Saya berkata sejujurnya pada beliau, bahwa saya hanya punya uang sekian Rupiah dan itu pun harus saya bagi dengan keperluan makan Istri dan Anak. Mendengar hal itu beliau mencoba menenangkan saya dengan cara akan membantu saya jika saya memang masih belum punya uang Fee. Tapi beliau terus menyarankan saya untuk menjadi member terlebih dahulu supaya proses mendapatkan pekerjaan lebih cepat.
Keesokan pagi, saya berangkat dari rumah jam 10.00 WIB karena beliau menyuruh saya untuk datang pada jam tersebut. Sesampainya di kantor saya langsung menemui Pak Jamal dengan terlebih dahulu mengisi buku tamu untuk pelamar pada meja resepsionis. Ketika bertemu dengan Pak Jamal, semua data dan surat lamaran permohonan kerja yang saya punya langsung beliau periksa. Semua data sudah lengkap, tapi hanya satu yang masih mengganjal, yaitu surat pengalaman kerja menjadi Security. Saya sama sekali tidak memiliki latar belakang kerja menjadi Security jadi surat pengalaman kerja menjadi Security pun saya tidak punya. Tapi beliau hanya bilang: "Tenang, jika hanya surat pengalaman Security akan saya buatkan disini.
Selang 15 menit, ternyata beliau memang benar memenuhi ucapannya. Beliau membuatkan saya surat pengalaman kerja Security. Setelah data sudah lengkap dan pendaftaran member sudah rampung. Saya langsung duduk di ruang tunggu untuk mendapatkan jatah interview dengan staf bagian penempatan kerja untuk pelamar. Saat nama saya dipanggil oleh staf bagian penempatan saya pun langsung masuk dan duduk tepat di depan orang yang memanggil saya. Nama beliau Pak Sukrin.
Pak Sukrin : Nama kamu siapa ?
Saya: Anwar Jaelani
Pak Sukrin : Pernah bekerja di mana saja ?
Saya : Tahun 2006 sampai 2007 saya pernah bekerja di PT. Kencana Gemilang sebagai operator, lalu tahun 2009 sampai 2013 saya pernah bekerja di PT. Pilar Makmur Utama sebagai operator.
Pak Sukrin : Lalu tahun 2007 sampai 2009 kamu kerja dimana ?
Saya : 2007 sampai 2009 saya bekerja sebagai Sales Big Cola, kemudian di PT. Strong Indonesia dan PT. Araputra Fortuna Perkasa.
Pak Sukrin : Kenapa kamu berhenti kerja?
Saya : Kontrak kerja saya habis
Pak Sukrin : Didata kamu melampirkan paklaring Security di PT. Central Park Indah tahun 2007 sampai 2009, kenapa kamu tidak menyebutkan pengalaman kerja kamu menjadi Security ?
Sejenak saya terdiam, dan berucap dalam otak bahwa saya tidak pernah bekerja di tempat itu. Kemudian dengan reflek saya menjawab : Oh iya itu, perusahaannya sudah tutup Pak !!! dan itu lamaran kerja saya yang lama yang tersisa karena yang baru saya sempat membuatnya. Jadi surat Paklaring Security masih tercantum didata, Pak !
Pak Sukrin : Kamu mau saya tempatkan kerja di Balaraja ?
Saya : Mau, Pak !!!
Pak Sukrin : Tapi kamu sekarang harus harus membayar Deposit Fee sekarang sebesar Rp. 1.500.000,00 ! Kamu sanggup ?
Saya : Sanggup, tapi kalau Rp.1.500.000 untuk hari ini belum saya siapkan, saya cuma bawa Rp. 500.000,00 ! Bagaimana Pak, bisa ?
Pak Sukrin : Oke, tapi kamu harus bayar kekurangannya setelah kamu gajian.
Saya : Siap Pak !
Pak Sukrin : Kalau begitu sekarang saya buatkan kamu surat jalan dari saya di surat lamaran kerja kamu. Nanti kamu disana langsung ketemu dengan Ibu Rahma ! Tapi mana Deposit Fee'nya ?
Saya : Pak, boleh tidak saya menemui Pak Jamal terlebih dahulu ?
Pak Sukrin : Kenapa harus menemui Pak Jamal ? Saya yang punya hak menempatkan kamu kerja, bukan Pak Jamal. Kalau begitu data dan surat jalannya saya tahan dulu dan kamu kembali lagi kalau Deposit Uang Fee'nya sudah siap !
Dengan hanya ucapan terimakasih lalu saya meninggalkan ruangan dan langsung menuju ruangan Pak Jamal. Setiba di ruangan :
Pak Jamal : Kenapa Anwar ? Langsung berangkat kerja 'kan sekarang ?
Saya : Bukan sekarang Pak, tapi nanti kata Pak Sukrin, kalau saya sudah bayar uang Deposit Fee'nya !!!
Pak Jamal : Pak Sukrin minta berapa ?
Saya : Awalnya Rp. 1.500.000,00 tapi saya bilang tidak ada kalau hari ini harus ada uang segitu. Saya bilang sesuai dengan instruksi Bapak semalam. Cuma ada Rp.500.000,00.
Pak Jamal : Ya sudah, kamu pakai uang saya aja dulu Rp.500.000,00 ! nanti bayarnya kapan aja kalau kamu punya duit, yang penting sekarang kamu kerja.
Lalu saya terima uang Pak Jamal sambil meninggalkan ruangannya. Dan saya pun kembali ke ruangan staf bagian penempatan kerja dan langsung menemui Bapak Sukrin.
Saya : Permisi, Pak !
Pak Sukrin : Ada apa kamu datang lagi ?
Saya : Ini Pak, saya mau bayar Deposit Fee yang tadi Bapak minta. (sambil menyodorkan uang)
Pak Sukrin : Saya berubah fikiran setelah melihat data kamu, kamu tidak usah ke Balaraja. Kamu datang saja ke PT. Modern Froozen yang ada di Bayur ! Bayur tidak jauh dari daerah tempat tinggal kamu kan?
Saya : Dekat Pak ! kebetulan tadi saya lewat jalur itu pas saya mau kesini !
Pak Sukrin : Ya sudah, sekarang kamu berangkat ke sana. Kamu sudah ditunggu oleh Ibu Lina. Ibu Lina bos yang punya perusahaan, dia yang nanti akan interview kamu. Di sana itu sistem kerjanya kontrak, 3 bulan pertama kamu akan mendapat salary per bulan Rp. 1.800.000,00 tapi kalau kamu kerja bagus, 3 bulan setelah itu kamu akan di beri salary Rp. 2.400.000,00 per bulan. Kamu mau ?
Saya : Mau Pak !!!!
Pak Sukrin : Oke, kalau kamu nanti diterima, kamu jangan lupa bayar sisa Deposit Fee setelah kamu gajian. Dan satu lagi, kamu harus modal seragam Security sendiri, kalau kamu tidak beli, minimal kamu pinjam dulu seragam dan atribut lengkap Security ke teman kamu yang kerja Security. Karena kerjasama dengan PT. Modern Froozen seperti itu.
Saya : Kenapa harus beli dengan modal sendiri ? Apa disini tidak menyediakan Seragam serta atribut Security ? terus uang Deposit Fee untuk biaya apa ?
Pak Sukrin : Tidak, pokoknya seperti ini, kalau hasil kerja kamu bagus setelah 3 bulan. Nanti Ibu Lina akan memberi kamu seragam lengkap dengan atribut. Sudah kamu sekarang berangkat ke sana. Kamu sudah ditunggu oleh Ibu Lina, jangan sampai kamu tidak datang, karena 3 Security yang saya suruh dahulu tidak ada yang datang satupun. Jaga nama baik saya dan jaga nama baik PT. Gama Cipta Karya. Oke ?
Saya : Oke !!!!!!
Setengah jam perjalanan saya tiba di PT. Modern Froozen. Saya pun langsung memanggil petugas yang ada di pos Security. Tapi tidak jawaban atau reaksi sama sekali. Saat itu cuacanya terik, sekitar jam 12.15 siang. Rasa panas terik matahari saya acuhkan saat itu, demi mengganti status pengangguran. 2 jam setelahnya terdengar seperti ada seseorang yang membuka kunci gerbang, dan saya pun lansung memperkenalkan diri bahwa saya dari dari PT. Gama Cipta Karya untuk menemui langsung Ibu Lina. Dan lawan bicara saya pun langsung mempersilahkan saya masuk dan saya pun memarkirkan motor di halaman industri yang berdekatan dekat Mes karyawan. Setelah memarkirkan motor, kemudian staf tadi menyuruh saya untuk menunggu, karena Ibu Lina sedang ke Pemda Tigaraksa untuk mengurus Perpajakan.
Sampai jam 16.05 WIB, Ibu Lina belum juga datang. Rasa lapar yang saya tahan dari pagi seolah berteriak. Tepat jam 16.30 WIB sebuah mobil putih memasuki gerbang yang dibukakan oleh Driver bagian pengiriman. 5 menit setelahnya, nama saya pun dipanggil oleh si pemilik dan ternyata itu adalah Ibu Lina.
Ibu Lina : Silahkan duduk !!!!
Saya : Terimakasih !
Ibu Lina : Coba perkenalkan diri kamu !
Saya : Nama saya Anwar Jaelani, umur saya 27 tahun, saya memiliki satu istri dan satu anak. Saya pernah bekerja PT. Kencana gemilang bagian Operator dan di PT. Pilar Makmur Utama bagian Operator dan QC. Lalu saya pernah menjadi Security di PT. Central Park Indah.
Ibu Lina : PT. Central Park Indah itu lokasinya dimana ? kenapa kamu berhenti jadi Security ?
Saya : PT. Central Park Indah terletak di kawasan Cadas Akong yang memproduksi Kursi dan Meja Kantor. Dan perusahaan itu tutup karena sudah tidak memproduksi lagi.
Ibu Lina : Kalau saya lihat dari cara kamu bicara dan performance kamu, kamu itu tidak ada sama sekali basic seorang Security. Kenapa kamu tidak melampirkan Sertifikat Security dari Polda yang kamu punya ?
Saya : Saya lupa melampirkannya Bu, tapi untuk Paklaring sudah saya lampirkan di lamaran kerja.
Ibu Lina : Oh, jadi jam kerja di sini selama 12 jam, kita mulai dari jam 7 pagi sampai jam 7 malam. Dan gaji 3 bulan pertama Rp. 1.800.000,00 dan setelah 3 bulan berikutnya, jika kerja kamu bagus, saya akan naikkan menjadi Rp. 2.400.000,00 atau Rp. 2.500.000,00 . Bagaimana ? Kamu mau dengan gaji sekian ?
Saya : Saya siap Bu !!!
Ibu Lina : Oke, kalau begitu kamu besok datang kesini sebelum jam setengah 7 pagi, karena karyawan masuk jam 7.
Jam 06.15 saya sudah duduk di pos Security PT. Modern Froozen. Selang beberapa menit, banyak karyawan masuk dan sesuai dengan status saya sebagai Security, saya mengecek semua yang dibawa oleh karyawan, termasuk isi dalam tas. Dan yang saya tau, ternyata di PT. Modern Froozen tidak ada sama sekali seorang Security yang bertugas kecuali saya sendiri. "Ya Sudahlah, lebih baik saya lakukan hal-hal yang biasa seorang Security kerjakan" ucap saya dalam hati.
Tepat jam 08.15 WIB, mobil putih terparkir di depan gerbang, dan itu adalah Ibu Lina beserta suaminya yang baru saja tiba. Lekas saya membuka pintu gerbang dengan sedikit panik. Setelah mobil terparkir dekat mes, Ibu Lina pun lekas memanggil saya :
Ibu Lina : Anwar, kenapa kamu pakai baju seperti ini ? Saya ga mau kalau kamu berpakaian seperti ini sementara kamu itu Security !!!
Saya : Jadi begini Bu, semua seragam serta atribut saya diambil di PT saya yang dulu, kalau saya tidak kasih seragamnya maka saya pun ga akan dapat surat Paklaring ! Jadi, saya pinjam saja dulu pada teman saya semalam ! (saat itu saya cuma pakai celana hitam, kaos Security dan sepatu Pantofel yang biasa saya pakai untuk melamar kerja)
Ibu Lina : Sudah, ini data lamaran kamu !! Perjanjian saya dengan PT. Gama itu tidak seperti ini. Sekarang kamu pulang, saya tidak suka dengan Performance kamu saat tadi kamu buka gerbang, itu sudah membuktikan bahwa kamu sama sekali tidak punya basic Security . Sekarang kamu pulang !!!!!
Tanpa menunggu lama, saya lekas pergi dengan Vega R Biru saya..............
*Catatan Penulis : Banyak kebohongan yang saya ucapkan dan banyak kecurangan dari PT. Gama Cipta Karya. Siapa yang salah ? Saya ? Atau siapa ?
Senin 1 September 2014, saya pulang dari tempat kerja lama dan baru saja mendapat gantungan gaji saya sebesar Rp. 910.000,00. Semua uang itu saya berikan pada Istri saya untuk sebagian membayar hutang dan sebagian lagi untuk kebutuhan makan kami bertiga (saya, istri dan anak).
Tapi Istri saya berinisiatif untuk menggunakan uang tersebut untuk saya modal kerja yang dulu Pak Jamal pernah sarankan. Namun saya agak keberatan dengan inisiatif Istri saya, karena dengan total jumlah uang tersebut tidak akan cukup untuk biaya pendaftaran member dan uang fee. Karena Rp. 1.850.000,00 yang harus saya sediakan untuk bisa bekerja. dan saya pun mencari uang tambahan untuk bisa makan. Tapi Istri saya bersikeras agar saya menemui Pak Jamal dan berharap semoga Pak Jamal bisa membantu saya sebisanya. Lalu Senin malam saya kembali bertamu ke rumah Pak Jamal, saya berkata pada Pak Jamal bahwa saya siap daftar menjadi member di PT. Gama Cipta Karya dan beruntungnya saya ketika Pak Jamal menawarkan saya kerja di industri peleburan baja yang berada di Kawasan Balaraja sebagai Security. Beliau mendeskripsikan tentang tempat kerja tersebut. Semua pernyataan beliau membuat saya tertarik tapi saya pun kembali melihat ulang keadaan keuangan yang saya punya saat ini.
Saya berkata sejujurnya pada beliau, bahwa saya hanya punya uang sekian Rupiah dan itu pun harus saya bagi dengan keperluan makan Istri dan Anak. Mendengar hal itu beliau mencoba menenangkan saya dengan cara akan membantu saya jika saya memang masih belum punya uang Fee. Tapi beliau terus menyarankan saya untuk menjadi member terlebih dahulu supaya proses mendapatkan pekerjaan lebih cepat.
Keesokan pagi, saya berangkat dari rumah jam 10.00 WIB karena beliau menyuruh saya untuk datang pada jam tersebut. Sesampainya di kantor saya langsung menemui Pak Jamal dengan terlebih dahulu mengisi buku tamu untuk pelamar pada meja resepsionis. Ketika bertemu dengan Pak Jamal, semua data dan surat lamaran permohonan kerja yang saya punya langsung beliau periksa. Semua data sudah lengkap, tapi hanya satu yang masih mengganjal, yaitu surat pengalaman kerja menjadi Security. Saya sama sekali tidak memiliki latar belakang kerja menjadi Security jadi surat pengalaman kerja menjadi Security pun saya tidak punya. Tapi beliau hanya bilang: "Tenang, jika hanya surat pengalaman Security akan saya buatkan disini.
Selang 15 menit, ternyata beliau memang benar memenuhi ucapannya. Beliau membuatkan saya surat pengalaman kerja Security. Setelah data sudah lengkap dan pendaftaran member sudah rampung. Saya langsung duduk di ruang tunggu untuk mendapatkan jatah interview dengan staf bagian penempatan kerja untuk pelamar. Saat nama saya dipanggil oleh staf bagian penempatan saya pun langsung masuk dan duduk tepat di depan orang yang memanggil saya. Nama beliau Pak Sukrin.
Pak Sukrin : Nama kamu siapa ?
Saya: Anwar Jaelani
Pak Sukrin : Pernah bekerja di mana saja ?
Saya : Tahun 2006 sampai 2007 saya pernah bekerja di PT. Kencana Gemilang sebagai operator, lalu tahun 2009 sampai 2013 saya pernah bekerja di PT. Pilar Makmur Utama sebagai operator.
Pak Sukrin : Lalu tahun 2007 sampai 2009 kamu kerja dimana ?
Saya : 2007 sampai 2009 saya bekerja sebagai Sales Big Cola, kemudian di PT. Strong Indonesia dan PT. Araputra Fortuna Perkasa.
Pak Sukrin : Kenapa kamu berhenti kerja?
Saya : Kontrak kerja saya habis
Pak Sukrin : Didata kamu melampirkan paklaring Security di PT. Central Park Indah tahun 2007 sampai 2009, kenapa kamu tidak menyebutkan pengalaman kerja kamu menjadi Security ?
Sejenak saya terdiam, dan berucap dalam otak bahwa saya tidak pernah bekerja di tempat itu. Kemudian dengan reflek saya menjawab : Oh iya itu, perusahaannya sudah tutup Pak !!! dan itu lamaran kerja saya yang lama yang tersisa karena yang baru saya sempat membuatnya. Jadi surat Paklaring Security masih tercantum didata, Pak !
Pak Sukrin : Kamu mau saya tempatkan kerja di Balaraja ?
Saya : Mau, Pak !!!
Pak Sukrin : Tapi kamu sekarang harus harus membayar Deposit Fee sekarang sebesar Rp. 1.500.000,00 ! Kamu sanggup ?
Saya : Sanggup, tapi kalau Rp.1.500.000 untuk hari ini belum saya siapkan, saya cuma bawa Rp. 500.000,00 ! Bagaimana Pak, bisa ?
Pak Sukrin : Oke, tapi kamu harus bayar kekurangannya setelah kamu gajian.
Saya : Siap Pak !
Pak Sukrin : Kalau begitu sekarang saya buatkan kamu surat jalan dari saya di surat lamaran kerja kamu. Nanti kamu disana langsung ketemu dengan Ibu Rahma ! Tapi mana Deposit Fee'nya ?
Saya : Pak, boleh tidak saya menemui Pak Jamal terlebih dahulu ?
Pak Sukrin : Kenapa harus menemui Pak Jamal ? Saya yang punya hak menempatkan kamu kerja, bukan Pak Jamal. Kalau begitu data dan surat jalannya saya tahan dulu dan kamu kembali lagi kalau Deposit Uang Fee'nya sudah siap !
Dengan hanya ucapan terimakasih lalu saya meninggalkan ruangan dan langsung menuju ruangan Pak Jamal. Setiba di ruangan :
Pak Jamal : Kenapa Anwar ? Langsung berangkat kerja 'kan sekarang ?
Saya : Bukan sekarang Pak, tapi nanti kata Pak Sukrin, kalau saya sudah bayar uang Deposit Fee'nya !!!
Pak Jamal : Pak Sukrin minta berapa ?
Saya : Awalnya Rp. 1.500.000,00 tapi saya bilang tidak ada kalau hari ini harus ada uang segitu. Saya bilang sesuai dengan instruksi Bapak semalam. Cuma ada Rp.500.000,00.
Pak Jamal : Ya sudah, kamu pakai uang saya aja dulu Rp.500.000,00 ! nanti bayarnya kapan aja kalau kamu punya duit, yang penting sekarang kamu kerja.
Lalu saya terima uang Pak Jamal sambil meninggalkan ruangannya. Dan saya pun kembali ke ruangan staf bagian penempatan kerja dan langsung menemui Bapak Sukrin.
Saya : Permisi, Pak !
Pak Sukrin : Ada apa kamu datang lagi ?
Saya : Ini Pak, saya mau bayar Deposit Fee yang tadi Bapak minta. (sambil menyodorkan uang)
Pak Sukrin : Saya berubah fikiran setelah melihat data kamu, kamu tidak usah ke Balaraja. Kamu datang saja ke PT. Modern Froozen yang ada di Bayur ! Bayur tidak jauh dari daerah tempat tinggal kamu kan?
Saya : Dekat Pak ! kebetulan tadi saya lewat jalur itu pas saya mau kesini !
Pak Sukrin : Ya sudah, sekarang kamu berangkat ke sana. Kamu sudah ditunggu oleh Ibu Lina. Ibu Lina bos yang punya perusahaan, dia yang nanti akan interview kamu. Di sana itu sistem kerjanya kontrak, 3 bulan pertama kamu akan mendapat salary per bulan Rp. 1.800.000,00 tapi kalau kamu kerja bagus, 3 bulan setelah itu kamu akan di beri salary Rp. 2.400.000,00 per bulan. Kamu mau ?
Saya : Mau Pak !!!!
Pak Sukrin : Oke, kalau kamu nanti diterima, kamu jangan lupa bayar sisa Deposit Fee setelah kamu gajian. Dan satu lagi, kamu harus modal seragam Security sendiri, kalau kamu tidak beli, minimal kamu pinjam dulu seragam dan atribut lengkap Security ke teman kamu yang kerja Security. Karena kerjasama dengan PT. Modern Froozen seperti itu.
Saya : Kenapa harus beli dengan modal sendiri ? Apa disini tidak menyediakan Seragam serta atribut Security ? terus uang Deposit Fee untuk biaya apa ?
Pak Sukrin : Tidak, pokoknya seperti ini, kalau hasil kerja kamu bagus setelah 3 bulan. Nanti Ibu Lina akan memberi kamu seragam lengkap dengan atribut. Sudah kamu sekarang berangkat ke sana. Kamu sudah ditunggu oleh Ibu Lina, jangan sampai kamu tidak datang, karena 3 Security yang saya suruh dahulu tidak ada yang datang satupun. Jaga nama baik saya dan jaga nama baik PT. Gama Cipta Karya. Oke ?
Saya : Oke !!!!!!
Setengah jam perjalanan saya tiba di PT. Modern Froozen. Saya pun langsung memanggil petugas yang ada di pos Security. Tapi tidak jawaban atau reaksi sama sekali. Saat itu cuacanya terik, sekitar jam 12.15 siang. Rasa panas terik matahari saya acuhkan saat itu, demi mengganti status pengangguran. 2 jam setelahnya terdengar seperti ada seseorang yang membuka kunci gerbang, dan saya pun lansung memperkenalkan diri bahwa saya dari dari PT. Gama Cipta Karya untuk menemui langsung Ibu Lina. Dan lawan bicara saya pun langsung mempersilahkan saya masuk dan saya pun memarkirkan motor di halaman industri yang berdekatan dekat Mes karyawan. Setelah memarkirkan motor, kemudian staf tadi menyuruh saya untuk menunggu, karena Ibu Lina sedang ke Pemda Tigaraksa untuk mengurus Perpajakan.
Sampai jam 16.05 WIB, Ibu Lina belum juga datang. Rasa lapar yang saya tahan dari pagi seolah berteriak. Tepat jam 16.30 WIB sebuah mobil putih memasuki gerbang yang dibukakan oleh Driver bagian pengiriman. 5 menit setelahnya, nama saya pun dipanggil oleh si pemilik dan ternyata itu adalah Ibu Lina.
Ibu Lina : Silahkan duduk !!!!
Saya : Terimakasih !
Ibu Lina : Coba perkenalkan diri kamu !
Saya : Nama saya Anwar Jaelani, umur saya 27 tahun, saya memiliki satu istri dan satu anak. Saya pernah bekerja PT. Kencana gemilang bagian Operator dan di PT. Pilar Makmur Utama bagian Operator dan QC. Lalu saya pernah menjadi Security di PT. Central Park Indah.
Ibu Lina : PT. Central Park Indah itu lokasinya dimana ? kenapa kamu berhenti jadi Security ?
Saya : PT. Central Park Indah terletak di kawasan Cadas Akong yang memproduksi Kursi dan Meja Kantor. Dan perusahaan itu tutup karena sudah tidak memproduksi lagi.
Ibu Lina : Kalau saya lihat dari cara kamu bicara dan performance kamu, kamu itu tidak ada sama sekali basic seorang Security. Kenapa kamu tidak melampirkan Sertifikat Security dari Polda yang kamu punya ?
Saya : Saya lupa melampirkannya Bu, tapi untuk Paklaring sudah saya lampirkan di lamaran kerja.
Ibu Lina : Oh, jadi jam kerja di sini selama 12 jam, kita mulai dari jam 7 pagi sampai jam 7 malam. Dan gaji 3 bulan pertama Rp. 1.800.000,00 dan setelah 3 bulan berikutnya, jika kerja kamu bagus, saya akan naikkan menjadi Rp. 2.400.000,00 atau Rp. 2.500.000,00 . Bagaimana ? Kamu mau dengan gaji sekian ?
Saya : Saya siap Bu !!!
Ibu Lina : Oke, kalau begitu kamu besok datang kesini sebelum jam setengah 7 pagi, karena karyawan masuk jam 7.
Jam 06.15 saya sudah duduk di pos Security PT. Modern Froozen. Selang beberapa menit, banyak karyawan masuk dan sesuai dengan status saya sebagai Security, saya mengecek semua yang dibawa oleh karyawan, termasuk isi dalam tas. Dan yang saya tau, ternyata di PT. Modern Froozen tidak ada sama sekali seorang Security yang bertugas kecuali saya sendiri. "Ya Sudahlah, lebih baik saya lakukan hal-hal yang biasa seorang Security kerjakan" ucap saya dalam hati.
Tepat jam 08.15 WIB, mobil putih terparkir di depan gerbang, dan itu adalah Ibu Lina beserta suaminya yang baru saja tiba. Lekas saya membuka pintu gerbang dengan sedikit panik. Setelah mobil terparkir dekat mes, Ibu Lina pun lekas memanggil saya :
Ibu Lina : Anwar, kenapa kamu pakai baju seperti ini ? Saya ga mau kalau kamu berpakaian seperti ini sementara kamu itu Security !!!
Saya : Jadi begini Bu, semua seragam serta atribut saya diambil di PT saya yang dulu, kalau saya tidak kasih seragamnya maka saya pun ga akan dapat surat Paklaring ! Jadi, saya pinjam saja dulu pada teman saya semalam ! (saat itu saya cuma pakai celana hitam, kaos Security dan sepatu Pantofel yang biasa saya pakai untuk melamar kerja)
Ibu Lina : Sudah, ini data lamaran kamu !! Perjanjian saya dengan PT. Gama itu tidak seperti ini. Sekarang kamu pulang, saya tidak suka dengan Performance kamu saat tadi kamu buka gerbang, itu sudah membuktikan bahwa kamu sama sekali tidak punya basic Security . Sekarang kamu pulang !!!!!
Tanpa menunggu lama, saya lekas pergi dengan Vega R Biru saya..............
*Catatan Penulis : Banyak kebohongan yang saya ucapkan dan banyak kecurangan dari PT. Gama Cipta Karya. Siapa yang salah ? Saya ? Atau siapa ?
Rabu, 13 Agustus 2014
SURAT KECIL UNTUK PRESIDEN TERPILIH
Selamat untuk Bapak Presiden terpilih yang unggul dalam pesta demokrasi 5 tahunan di Indonesia. Saya selaku buruh industri mengharapkan semoga Bapak dapat memimpin Indonesia dengan baik sesuai dengan harapan saya.
Saya adalah lelaki 27 tahun dengan satu istri dan satu anak mengharapkan Bapak agar bisa memperhatikan dan mendengar keluhan saya selama menjadi buruh selama ini. 2007 setelah satu tahun saya lulus sekolah, saya pernah bekerja di PT. Kencana Gemilang (Miyako) yang berada di kawasan Industri Cikupa, tepatnya di Jl. Raya Serang Km 16,8 Tangerang 15710 Banten. Saya mulai aktif bekerja sejak Februari 2007 sampai Agustus 2007, saya mengikuti prosedur perusahaan yang diterapkan. Dimulai dengan kerja yang memakai 3 shift (shift 1 kerja dari jam 07.00 pagi sampai jam 15.00, shift 2 dari jam 15.00 sampai jam 23.00 dan shift 3 dari jam 23.00 sampai jam 07.00 pagi ) begitulah seterusnya. Kemudian hari Sabtu kami pun bekerja selama 8 jam, tapi ada beberapa orang yang hanya bekerja selama 5 jam, dan pada hari Minggu pun kami masih harus masuk lembur dan sekaligus untuk pertukaran shift (shift 1 ke shift 3, shift 3 ke shift 2 dan shift 2 ke shift 1). Bisa Bapak hitung, berapa total waktu istirahat kami di rumah ! dengan jelas waktu istirahat kami hanya 8 jam pada waktu itu, terkecuali buat mereka yang bertukar shift dari shift 1 ke shift 3, mereka memiliki waktu istirahat lebih lama. Tapi kami semua bisa bertahan dan menjalankan semua prosedur kerja tersebut dengan baik.
Kemudian tahun 2007 setelah Idul Fitri, karena kontrak kerja saya habis lalu saya bekerja di PT. Pilar Makmur Utama yang berada di Jl. Raya Mauk KM. 5 Kota Tangerang 15560. Saya bekerja di tempat itu sangan nyaman sekali, karena salah satu faktor yang membuat saya nyaman adalah banyak saudara dan teman - teman saya yang bekerja disana. Dan rumah kami pun tidak ada yang berjauhan, bahkan jika ditempuh dengan berjalan kaki pun mungkin hanya menghabiskan waktu kurang lebih 5 menit. Kami pun akrab, bahkan sangat akrab sekali dengan rekan kerja yang lain yang berdomisili di luar Tangerang. Dan buruh di PT. Pilar Makmur Utama terbagi dalam 3 kategori : 1. Karyawan Tetap, 2. Karyawan Kontrak dan 3. Karyawan Harian Lepas / Borongan. Dan saya berada pada urutan nomor 3. Dan tentu saja gaji yang saya terima pun berbeda dengan mereka yang berada di nomor 1 atau 2. Per 1 Minggu sekali saya memperoleh upah kurang lebih Rp. 270.000,- . Dan saya pun bersyukur dengan upah yang saya terima pada saat itu.
Di tempat ini saya berjuang agar saya bisa naik gaji dan menjadi Karyawan Kontrak, karena yang saya rasakan saat menjadi Karyawan Borongan yaitu kami dapat dirumahkan sewaktu-waktu. Saya pernah merasakannya ketika 1 bulan menjelang bulan puasa Ramadhan, saat itu saya masih bujangan dan saat itu pun saya masih belum memikirkan kurang atau tidaknya uang untuk keperluan bulan puasa, karena saya masih bergantung pada orang tua jika saya menganggur. Tapi jika hal itu terjadi dengan posisi saya yang sekarang (memiliki istri dan anak) mungkin saya cuma bisa menggelengkan kepala sambil berucap :" Ya Allah, harus kemana lagi saya mencari uang ?" karena keperluan menjelang bulan puasa dan hari raya untuk sebuah rumah tangga sangat banyak.
Semenjak 2007 hingga Mei 2014 saya sudah berkali-kali keluar masuk di perusahaan tersebut dan saya pun pernah menjadi Karyawan Kontrak disana. Dan saya pun sempat bekerja di tempat lain selama 2007-2014 seperti di PT. Strong Indonesia, PT. Yuti, PT. Aje Indonesia dan PT. Araputra Fortuna Perkasa. Dan masih dengan status yang sama, yaitu sebagai karyawan kontrak.
Anda tau, berapa lama kontrak yang perusahaan berikan untuk satu orang ? Ada beberapa perusahaan yang memakai sistem Outsourcing dan ada pula yang tidak menggunakan sistem tersebut. Biasanya, perusahaan memberi jangka waktu 3 bulan, 6 bulan dan 1 tahun kontrak. Dan perusahaan akan memberikan perpanjangan kontrak jika ada karyawan yang memiliki absensi yang bagus dan tidak peduli meskipun si Karyawan tersebut bekerja dengan ugal-ugalan atau mungkin bisa dibilang "BELAGU" tapi jika dia rajin dan hasil kerja bagus maka dia pantas mendapat perpanjangan kontrak.
Beruntunglah untuk mereka yang mendapat perpanjangan kontrak dan lebih beruntung lagi mereka yang saat ini telah bekerja menjadi Karyawan Tetap. Tapi bagaimana nasib mereka yang saat ini belum kerja ?! Asal Bapak tau, ada beberapa diantara kami yang harus membayar uang fee untuk bisa masuk keperusahaan yang bonavit dan menjanjikan untuk masa depan kami. Berapa uang fee yang harus kami keluarkan ? Terkadang jumlah uang fee yang harus kami keluarkan berkisar antara Rp. 350.000,- sampai dengan 2.500.000,- hingga meskipun kami mampu membayar jumlah tersebut kami pun tetap bekerja sebagai karyawan Outsourcing.
Saya selaku manusia biasa terkadang iri dengan mereka yang mampu membayar dengan jumlah uang fee yang diperlukan untuk masuk ke perusahaan. Berbeda dengan mereka yang masih memiliki orang tua yang peduli pada anaknya. Tapi berbeda dengan saya, saya cuma anak seorang tani.
Ada beberapa orang atau pihak yang memanfaatkan keadaan dengan banyaknya antrian pelamar kerja di Tangerang dan mereka pun kerap memakai metode uang fee di awal dengan janji mampu menempatkan pelamar kerja pada tempat yang diinginkan seorang pelamar. Ada yang tidak peduli dengan jumlah uang fee yang harus dikeluarkan karena dalam otak mereka ; "yang penting saya kerja". Kami bekerja untuk mendapatkan upah yang layak tapi kami harus mengeluarkan uang untuk masuk ke perusahaan. Memang, tidak semua perusahaan di Tangerang yang menerapkan sistem uang fee. Karena beberapa perusahaan Industri di Tangerang telah bekerja sama dengan yayasan yang ada di Tangerang. Kalimat "uang fee" hanya dilakukan oleh seorang Karyawan yang telah bekerja lama pada salah satu perusahaan dan ber'kong-kali-kong' dengan HRD atau dengan yang lainnya. Mereka semua manusia dan butuh uang tambahan untuk mencukupi isi perutnya. Dan saya, selaku pelamar kerja sudah terbiasa dengan adanya uang fee, jika saya mampu membayar maka saya bisa bekerja. Dan bagaimana jika tidak mampu membayar ? Saya tetap menjadi pengangguran yang selalu mengharapkan bisa bekerja tanpa harus mengeluarkan uang fee.
Untuk Bapak Presiden yang terhormat, saya memohon kebijakan dari Bapak untuk bisa memperhatikan kami sebagai kaum buruh. Kami perlu uang untuk bisa mencukupi kehidupan kami dan keluarga kami. Kami pun masih masih punya cicilan motor dan kami pun harus dapat membantu meringankan beban orang tua kami. Kami mampu memberikan kerja yang baik sesuai prosedur perusahaan tapi kami terkadang sedih jika kontrak kerja kami habis. Karena kami harus kembali mencari kerja dari awal. Setiap tahun usia kami bertambah, dan sudah banyak perusahaan yang memberikan syarat maximal usia pelamar. Bagaimana dengan kami yang berada diatas usia 27 tahun ?!
Jika tidak ada sistem Outsourcing, mungkin saya tidak akan mengeluh seperti ini.
Terimakasih . . .
Salam Hormat Saya.
Langganan:
Postingan (Atom)









