Senin, 04 Juli 2011
APAKAH ALIEN ITU BENAR-BENAR ADA?
Hukum alam berlaku konsisten di seluruh penjuru alam semesta.
Pertanyaan seputar apakah ada kehidupan lain di luar planet Bumi merupakan salah satu dari 3 pertanyaan yang paling sering diutarakan pada para ilmuwan dan astronom. Dua pertanyaan lain adalah apakah Tuhan benar-benar ada dan apa yang terjadi jika kita terhisap ke black hole.
Menurut Charles Liu, profesor astrofisika dari City University of New York Staten Island dan peneliti dari Hayden Planetarium at the American Museum of Natural History, ia selalu mendapatkan setidaknya salah satu dari tiga pertanyaan di atas saat berada di ruang publik.
Selama bertahun-tahun, ia mencari jawaban terbaik untuk ketiga pertanyaan itu berdasarkan bukti-bukti ilmiah yang ia temukan serta pendapat pribadinya. Adapun untuk menjawab apakah ada alien, berikut ini jawabannya:
"Ya. Alam semesta ini sangat sangat luas dan hukum alam berlaku sangat konsisten di seluruh ruang yang sangat luas tersebut," kata Liu, seperti dikutip dari Space, 28 Juni 2011. "Kemungkinan bahwa hanya ada satu kehidupan yang tumbuh berkembang di seluruh alam semesta tersebut hampir mencapai nol," ucapnya.
Liu menyebutkan, jika ada kehidupan yang bisa tumbuh di satu tempat, pastinya ada pula kehidupan serupa itu di tempat lain. Pertanyaan berikutnya, apakah makhluk luar angkasa ada?
"Ya. Tetapi apakah makhluk tersebut mendarat di Bumi? Jawabannya, tidak," ucap Liu. "Tidak ada satupun dari yang disebut-sebut sebagai bukti kemunculan makhluk luar angkasa (extraterrestrial) di Bumi mengandung air setelah diuji coba secara ilmiah," ucapnya.
Pertanyaan berikutnya, kata Liu, adalah apakah kita akan berkomunikasi dengan mereka?
Sejak pengiriman gelombang radio dilakukan dari planet Bumi, sinyal tersebut telah berjalan sekitar 50 juta tahun cahaya dari sini atau sekitar 300 triliun mil.
"Namun, galaksi Bima Sakti kita sendiri ukuran lebarnya mencapai 600 ribu triliun mil. Artinya, sinyal radio itu membutuhkan waktu berabad-abad sebelum bisa berhasil keluar dari galaksi ini," ucapnya. "Peradaban lain di galaksi ini, kalaupun ada, tidak memiliki peluang untuk menerima sinyal radio yang kita kirimkan, kecuali jika mereka benar-benar ada di dekat sini," ucapnya.
Begitu pula dengan kita, Liu menyebutkan. "Meski dengan berbagai upaya, kita nyaris tidak mungkin mendeteksi sinyal radio dari bintang terdekat. Apalagi dari bintang yang jauh jaraknya," ucap Liu.
Jika demikian, sebut Liu, apakah ada peluang bahwa kita akan mampu melakukan kontak dengan kehidupan extraterrestrial? "Kemungkinan selalu ada. Namun peluangnya sangat-sangat kecil," ucap Liu.
ASTRONOM TEMUKAN QUASAR TERJAUH
Quasar adalah sumber radiasi elektromagnetik kuat yg terletak di luar bimasakti dan diperkirakan quasar tercipta saat alam semesta baru berusia 800 juta tahun.
Astronom berhasil mendeteksi quasar yang sampai saat ini merupakan quasar terjauh yang berhasil ditemukan. Menurut para peneliti Inggris, temuan ini bisa menghadirkan informasi seputar bagaimana kehidupan di awal terciptanya alam semesta.
Sebagai informasi, quasar atau quasi-stellar radio source merupakan inti galaksi yang sangat aktif dan penuh energi. Ia memancarkan cahaya yang sangat terang.
Simon Dye, astronom asal University of Nottingham menyebutkan, quasar yang sangat langka ini diperkuat oleh black hole yang memiliki massa sekitar 2 miliar kali lipat dibandingkan dengan Matahari. Ia juga merupakan obyek yang paling terang yang berhasil ditemukan dari masa di mana alam semesta baru berusia 800 juta tahun.
“Objek ini sekitar 100 juta tahun lebih muda dibandingkan dengan quasar terjauh sebelumnya yang ditemukan,” kata Dye, seperti dikutip dari UPI, 30 Juni 2011. “Sinyal yang sampai di Bumi mengindikasikan bahwa ia berangkat saat alam semesta baru sekitar 5 persen dari usianya saat ini,” ucapnya.
Dye menyebutkan, obyek yang berada di jarak yang sangat jauh seperti itu hampir tidak mungkin dilihat dengan pemantauan biasa. Pasalnya, sinarnya terulur dengan semakin melebarnya ukuran alam semesta. “Artinya, saat sinar itu tiba di Bumi, sebagian besar hanya bagian infra merah dari spektrum elektromagnetik yang tersisa,” ucapnya.
“Kami membutuhkan waktu 5 tahun untuk mendapati obyek ini,” kata Dye. “Quasar ini menyediakan peluang untuk mengeksplorasi kosmos selama kurun waktu 100 juta tahun yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan,” ucapnya.
Menurut para peneliti, kehebatan quasar membuat mereka menjadi alat yang sangat baik untuk mempelajari periode tertentu dalam sejarah alam semesta, saat bintang-bintang awal dan galaksi terbentuk.
TERUNGKAP, DURASI 1 HARI DI PLANET NEPTUNUS
Temuan ini merupakan peningkatan pengetahuan yang signifikan terhadap rotasional planet.
Temuan ini memperkaya pengetahuan kita seputar hal yang fundamental di Neptunus dan menyediakan pula mekanisme untuk memahami bagaimana massa planet itu didistribusikan. Seperti diketahui, Neptunus merupakan planet raksasa yang terbuat dari gas.
“Neptunus memiliki dua fitur yang memungkinkan untuk dipantau oleh Hubble Space Telescope yang tampaknya mengatur rotasi interior dari planet tersebut,” kata Erich Karkoschka, ilmuwan dari Lunar and Planetary Laboratory, University of Arizona, seperti dikutip dari Cosmos Magazine, 4 Juli 2011.
Fitur seperti ini, Karkoschka menyebutkan, tidak pernah dijumpai di planet gas raksasa lainnya.
Untuk mencari tahu berapa durasi satu hari di planet itu, Karkoschka mengukur putaran Neptunus dengan mengamati dua fitur yang terlihat mata milik atmosfir planet tersebut. Ia kemudian mengukur garis bujur di antara setiap gambar yang ditangkap lalu menentukan interval waktu antara observasi dan menyediakan informasi periode putaran.
Berhubung Neptunus telah berotasi sekitar 10 ribu kali dalam 20 tahun terakhir, Karkoschka dapat mengetahui secara akurat periode putaran dengan melacak fitur-fitur ini dalam jangka waktu tersebut.
Hasil penelitian ini merupakan peningkatan pengetahuan yang signifikan terhadap rotasional planet gas sejak pertamakali Giovanni Cassini berhasil mendapati bintik merah planet Jupiter, pada 350 tahun lalu.
Saat ini di kalangan ilmuwan sendiri tampak muncul konsensus bahwa temuan Karkoschka memang akurat. Menurut Craig O’Neill, ilmuwan antariksa dari Macquarie University, Australia, temuan Markoschka seputar periode fitur milik atmosfir Neptunus tepat.
“Selain itu, Karkoschka juga menunjukkan bahwa di kawasan kutub, kecepatan angin lebih rendah dibanding di khatulistiwa,” ucap O’Neill. “Pertanyaan besar berikutnya adalah, bagaimana caranya itu bisa terjadi,” ucapnya.
DIALOG BEBAS
Mawar :"Aku berlindung kepada Tuhan dari godaan CINTA yang terkutuk"
Jipank :"CINTA itu anugerah dan nikmat, dan bukanlah sesuatu yang terkutuk"
Mawar :"Hahaha,,, CINTA itu banyak versinya. Ada yang negatif dan pula yang positif"
Jipank :"CINTA itu kata kerja dan bukan kata benda. CINTA itu bisa mulia, itu pun tergantung dari seseorang yang memerankannya!!!"
Mawar :"Do'a itu bukan untuk CINTA keseluruhan, tapi khusus untuk CINTA yang berkonotasi buruk"
Jipank :"Tuhan memberikan manusia sepasang mata agar manusia dapat menilai sesuatu dengan keseluruhan tanpa harus memberikan persepsi dengan sebelah mata.Tidak ada yang tidak berguna dari semua ciptaan Tuhan, termasuk CINTA.
Mawar :"Bebas, berarti kita beda perepsi"
Jipank :"Seseorang yang menganggap CINTA itu terkutuk adalah orang yang tengah mengalami manisnya CINTA, yaitu; Patah Hati"
Mawar :"Hahaha, tergantung persepsi masing-masing. Bebas.
Jipank :"CINTA itu anugerah dan nikmat, dan bukanlah sesuatu yang terkutuk"
Mawar :"Hahaha,,, CINTA itu banyak versinya. Ada yang negatif dan pula yang positif"
Jipank :"CINTA itu kata kerja dan bukan kata benda. CINTA itu bisa mulia, itu pun tergantung dari seseorang yang memerankannya!!!"
Mawar :"Do'a itu bukan untuk CINTA keseluruhan, tapi khusus untuk CINTA yang berkonotasi buruk"
Jipank :"Tuhan memberikan manusia sepasang mata agar manusia dapat menilai sesuatu dengan keseluruhan tanpa harus memberikan persepsi dengan sebelah mata.Tidak ada yang tidak berguna dari semua ciptaan Tuhan, termasuk CINTA.
Mawar :"Bebas, berarti kita beda perepsi"
Jipank :"Seseorang yang menganggap CINTA itu terkutuk adalah orang yang tengah mengalami manisnya CINTA, yaitu; Patah Hati"
Mawar :"Hahaha, tergantung persepsi masing-masing. Bebas.
Rabu, 29 Juni 2011
MANUSIA BERTEMU ALIEN 2031
Keberadaan mahluk cerdas selain manusia di alam semesta -- atau alien -- masih jadi wacana semi dongeng. Belum ada bukti sahih keberadaan mereka. Meski demikian, seorang astronom terkemuka Rusia yakin, manusia akan menjumpai peradaban alien dalam waktu relatif dekat. Dua dekade mendatang.
"Asal-usul kehidupan tak terelakkan seperti halnya formasi atom...Kehidupan juga ada di planet lain. Kita akan menemukannya dalam waktu 20 tahun," kata Andrei Finkelstein, direktur Russian Academy of Sciences, seperti dimuat situs Guardian.
Berbicara dalam forum internasional yang didedikasikan untuk pencarian kehidupan ekstraterresterial, Finkelstein mengatakan, diketahui 10 persen dari seluruh planet yang telah diketahui, berputar mengitari mataharinya di galaksinya -- seperti halnya Bumi. Ditambahkan dia, jika air bisa ditemukan, maka bisa dipastikan ada kehidupan di planet itu.
Seperti apa alien dalam bayangan Finkelstein? Kata dia, kemungkinan besar mirip dengan manusia: punya dua tangan, dua kaki, dan kepala. "Warna kulit mereka mungkin berbeda, toh manusia kan juga begitu," kata dia.
Institut yang dijalankan Finkelstein menjalankan program untuk mengawasi dan mengirimkan sinyal radio ke luar angkasa. Program ini diluncurkan pada tahun 1960-an, di puncak perang dingin yang menjalar ke persaingan penjelajahan angkasa. "Sepanjang waktu kami telah mencari peradaban luar bumi. Kami selalu menunggu datangnya pesan dari ruang angkasa," katanya.
Dalil Finkelstein diperkuat sejumlah ilmuwan. Salah satunya, pada bulan Maret seorang ilmuwan NASA memicu kontroversi karena mengklaim telah menemukan fosil kecil mirip serangga alien di dalam meteorit yang mendarat di Bumi.
Adalah Richard Hoover, seorang astrobiologis pada pusat penerbangan luar angkasa Marshall di Alabama yang mengatakan, filamen dan struktur meteorit mengandung fosil mikroskopis makhluk luar angkasa yang menyerupai ganggang, yang dikenal sebagai cyanobacteria.
Dalam Journal of Cosmology, Hoove menuliskan, bahwa kurangnya nitrogen dalam sampel -- unsur yang penting bagi kehidupan di Bumi -- mengindikasikan bahwa mereka adalah "sisa-sisa bentuk kehidupan di luar bumi yang berasal dari tubuh di induk meteorit yang mengandung air -- sebelum batu angkasa itu memasuki atmosfer bumi.
Soal keberadaan alien juga disinggung oleh Charles Liu, profesor astrofisika dari City University of New York Staten Island dan peneliti dari Hayden Planetarium di the American Museum of Natural History.
Apakah alien benar-benar ada? "Ya. Alam semesta ini sangat sangat luas dan hukum alam berlaku sangat konsisten di seluruh ruang yang sangat luas tersebut," kata Liu, seperti dikutip dari Space, 28 Juni 2011. "Kemungkinan bahwa hanya ada satu kehidupan yang tumbuh berkembang di seluruh alam semesta tersebut hampir mencapai nol," ucapnya.
Liu menyebutkan, jika ada kehidupan yang bisa tumbuh di satu tempat, pastinya ada pula kehidupan serupa itu di tempat lain. Pertanyaan berikutnya, apakah makhluk luar angkasa ada?
"Ya. Tetapi apakah makhluk tersebut mendarat di Bumi? Jawabannya, tidak," ucap Liu. "Tidak ada satupun dari yang disebut-sebut sebagai bukti kemunculan makhluk luar angkasa di Bumi mengandung air setelah diuji coba secara ilmiah," ucapnya.
"Asal-usul kehidupan tak terelakkan seperti halnya formasi atom...Kehidupan juga ada di planet lain. Kita akan menemukannya dalam waktu 20 tahun," kata Andrei Finkelstein, direktur Russian Academy of Sciences, seperti dimuat situs Guardian.
Berbicara dalam forum internasional yang didedikasikan untuk pencarian kehidupan ekstraterresterial, Finkelstein mengatakan, diketahui 10 persen dari seluruh planet yang telah diketahui, berputar mengitari mataharinya di galaksinya -- seperti halnya Bumi. Ditambahkan dia, jika air bisa ditemukan, maka bisa dipastikan ada kehidupan di planet itu.
Seperti apa alien dalam bayangan Finkelstein? Kata dia, kemungkinan besar mirip dengan manusia: punya dua tangan, dua kaki, dan kepala. "Warna kulit mereka mungkin berbeda, toh manusia kan juga begitu," kata dia.
Institut yang dijalankan Finkelstein menjalankan program untuk mengawasi dan mengirimkan sinyal radio ke luar angkasa. Program ini diluncurkan pada tahun 1960-an, di puncak perang dingin yang menjalar ke persaingan penjelajahan angkasa. "Sepanjang waktu kami telah mencari peradaban luar bumi. Kami selalu menunggu datangnya pesan dari ruang angkasa," katanya.
Dalil Finkelstein diperkuat sejumlah ilmuwan. Salah satunya, pada bulan Maret seorang ilmuwan NASA memicu kontroversi karena mengklaim telah menemukan fosil kecil mirip serangga alien di dalam meteorit yang mendarat di Bumi.
Adalah Richard Hoover, seorang astrobiologis pada pusat penerbangan luar angkasa Marshall di Alabama yang mengatakan, filamen dan struktur meteorit mengandung fosil mikroskopis makhluk luar angkasa yang menyerupai ganggang, yang dikenal sebagai cyanobacteria.
Dalam Journal of Cosmology, Hoove menuliskan, bahwa kurangnya nitrogen dalam sampel -- unsur yang penting bagi kehidupan di Bumi -- mengindikasikan bahwa mereka adalah "sisa-sisa bentuk kehidupan di luar bumi yang berasal dari tubuh di induk meteorit yang mengandung air -- sebelum batu angkasa itu memasuki atmosfer bumi.
Soal keberadaan alien juga disinggung oleh Charles Liu, profesor astrofisika dari City University of New York Staten Island dan peneliti dari Hayden Planetarium di the American Museum of Natural History.
Apakah alien benar-benar ada? "Ya. Alam semesta ini sangat sangat luas dan hukum alam berlaku sangat konsisten di seluruh ruang yang sangat luas tersebut," kata Liu, seperti dikutip dari Space, 28 Juni 2011. "Kemungkinan bahwa hanya ada satu kehidupan yang tumbuh berkembang di seluruh alam semesta tersebut hampir mencapai nol," ucapnya.
Liu menyebutkan, jika ada kehidupan yang bisa tumbuh di satu tempat, pastinya ada pula kehidupan serupa itu di tempat lain. Pertanyaan berikutnya, apakah makhluk luar angkasa ada?
"Ya. Tetapi apakah makhluk tersebut mendarat di Bumi? Jawabannya, tidak," ucap Liu. "Tidak ada satupun dari yang disebut-sebut sebagai bukti kemunculan makhluk luar angkasa di Bumi mengandung air setelah diuji coba secara ilmiah," ucapnya.
Senin, 27 Juni 2011
BUKTI BAHWA IBADAH SHALAT BUKANLAH RITUAL MENYEMBAH BATU
"Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia."
(Al-Quran Surat Ali Imran Ayat 96)
Kita mungkin pernah bertanya mengapa jika kita Shalat harus menghadap ke arah Kiblat, mengapa ada Thawaf dalam ibadah Haji dan Umrah, dan pertanyaan lainnya. Ini juga sering jadi perenungan saya seperti ini:
1. Ketika mempelajari Kaidah Tangan Kanan (Hukum Alam), bahwa putaran energi jika bergerak berlawanan dengan arah jarum jam, maka arah energi akan naik ke atas. Serupa dengan pola Thawaf dimana bergerak dengan jalan berputar harus berlawanan jarum jam, dan kapan saja orang boleh melakukannya tanpa terikat aturan waktu.
2. Kenapa Shalat harus menghadap Kiblat, termasuk dianjurkan berdoa dan pemakaman pun menghadap Kiblat.
3.
Kenapa Shalat Berjamaah nilainya lebih tinggi 27 kali lipat.
4. Kenapa Shalat di Masjidil Haram menurut Hadist nilainya 100.000 kali dari di tempat sendiri.
5. Apakah benar singgasana Tuhan ada di Langit Tertinggi.
Penjelasan
1. Shalat dan Doa adalah pemujaan terhadap Tuhan Semesta Yang Maha Tunggal, kita memerlukan hubungan intens dengan-Nya. Sehingga tercipta hubungan antara Sang Pencipta dan yang diciptakan (makhluk) secara dua arah. Pada saat Shalat dan Doa kita yakin mengeluarkan energi, pikiran dan hati yang fokus/konsentrasi adalah generatornya. Hukum Kekekalan Energi mengatakan bahwa energi tidak dapat dimusnahkan hanya dapat berubah bentuk, lalu kemana energi Shalat dan Doa kita?
2. Shalat diharuskan menghadap Kiblat, berarti arah Energi terfokus ke arah Kiblat dan akan bertanya lagi setelah dari Ka'bah akan kemana larinya energi Shalat?
3. Energi Shalat dan Doa dari individu atau jamaah seluruh dunia terkumpul dan terakumulasi di Ka'bah setiap saat, karena bumi berputar sehingga Shalat dari seluruh dunia tidak terhenti dalam 24 jam, misal orang Bandung Shalat Dzuhur, beberapa menit kemudian orang Jakarta Dzuhur, beberapa menit kemudian Serang Dzuhur, Lampung dan seterusnya. Belum selesai Dzuhur di India Pakistan, di Makasar sudah mulai Ashar dan seterusnya. Pada saat Dzuhur di Jakarta di London Shalat Subuh dan seterusnya 24 jam setiap hari, minggu, bulan, tahun dan seterusnya.
4. Energi yang terakumulasi, berlapis dan bertumpuk akan diputar dengan generator orang-orang yang berthawaf yang berputar secara berlawanan arah jarum jam yang dilakukan jamaah Makkah sekitarnya dan Jamaah Umroh/Haji yang dalam 1 hari tidak ditentukan waktunya.
5. Maka menurut implikasi hukum Kaidah Tangan Kanan bahwa Energi yang terkumpul akan diputar dengan Thawaf dan hasilnya kumpulan energi tadi arahnya akan ke atas menuju langit. Jadi Sedikit terjawab bahwa energi itu tidak berhenti di Kab'ah namun semuanya naik ke langit. Sebagai satu cerobong yang di mulai dari Ka'bah. Yang jelas pasti Tuhan telah membuat saluran agar Shalat dan Doa dalam bentuk energi tadi agar sampai ke Hadirat-Nya. Jadi selama 24 Jam sehari terpancar cerobong energi yang terfokus naik ke atas langit. Selamanya sampai tidak ada manusia yang Shalat dan Thawaf.
6. Untuk simplifikasi pemahaman kira-kira dapat di analogikan proses ini dengan internet, sebagai berikut:
* Shalat individu dianalogikan dengan PC.
* Shalat menghadap Kiblat adalah arah koneksi (menghadap Kiblat adalah fisik lahir terlepas dari isi/konten Doa).
* Thawaf adalah Router Utama yang bertindak sebagai generator.
* Energi ke atas adalah Hyper Main Bandwith menuju Maha Server di Singgasana (bukan harfiah) Tuhan.
* Speed Koneksi individu pelaku Shalat ditentukan tingkat ke-Khusu'-an dan ke-Ikhlas-an (PC = Kualitas Operating System, kualitas Hardware, Kualitas Software, tingkat kontaminasi virus, Struktur Data, Kelengkapan Pheriferal, dan kekokohan firewall dari virus/trojan/malware/scam (Setan)).
* Koneksi yang sempurna tentu akan memudahkan penyembahan pada Tuhan (upload) dan memahami sepenuhnya Kehendak Tuhan. Sehingga konon jika Shalat orang beriman akan membuat batin lebih tenang dan jiwa lebih sehat (download upgrade, anti virus, menambah ilmu, keberkahan, keselamatan, kasih sayang, kearifan, rejeki lahir batin dan sebagainya).
* Niat adalah start up total yang terealisasi, mulai Sistem Operasi, Kesiapan Hardware dan Sotware, fokus koneksi. Karena niat jika tidak direalisasikan dengan fokus hardware (Wudhu, gerakan fisik menghadap Kiblat, gerakan Shalat, pengertian Doa Shalat) dan software (hati/rasa dan pikiran secara virtual menghadap Maha Raja Pencipta) dihawatirkan koneksi tidak terjadi, dan energinya akan terbuang tidak terfokus. Jika hukum kekekalan energi berlaku, maka energi Shalat akan tidak sampai dan disinyalir akan dimanfaatkan oleh setan untuk memperkuat diri.
7. Kalau Shalat berjamaah akan mendapat point 27 kali, kira-kira itu diibaratkan penyatuan energi dari para jamaah sehingga speed untuk naik ke Langit 27 kali lebih cepat. Kira-kira analoginya jika Shalat sendiri 60 kbps (khusyu), maka dengan Shalat berjamaah menjadi 1,62 Mbps.
8. Orang yang Shalat di Masjidil Haram mendapat point 100.000 kali, mudah dimengerti karena Shalatnya pada kumparan energi dasyat dari jamaah Shalat di seluruh dunia yang berkumulasi dan bertumpuk. Sehingga speednya lebih tersundul dan dekat dengan access point Router Utama (Ka'bah). Artinya speed koneksinya berbanding 100.000 kali kecepatan di tempat sendiri.
9. Kenapa ada pula anjuran Shalat rawatib dan Shalat-Shalat Sunnah Dhuha, Tahajud, Tarawih, dan Doa menghadap Kiblat, kira-kira dapat dianalogikan makin sering koneksi dengan Tuhan akan semakin baik dan speed koneksinya makin massive sehingga dirinya membentuk internal modem (sehingga tidak terikat arah koneksi = berdoa dimana saja kapan saja = diluar Shalat) . Dan sebaliknya apabila Shalatnya malas-malasan dan terpaksa, kemungkinan DC (disconected) akan sering atau lambat koneksinya.
10. Bumi pun berthawaf, analogi Thawaf di Ka'bah, karena berputar berlawanan dengan arah jarum jam. Dan akan kiamat apabila berputar dengan sebaliknya (matahari terbit dari Barat).
Kesimpulan
1. Shalat dan Doa, diyakini akan sampai ke langit menuju Singgasana Tuhan selama memenuhi kira-kira persyaratan uraian di atas dengan sintesa (gabungan/Ekstrasi) renungan hukum agama dan hukum alam. Jadi hendaknya ilmuwan dan agamawan bersinergi saling mendukung untuk mencapai kemaslahatan yang lebih luas dan pemahaman agama yang dapat diterima lahir batin.
2. Memantapkan kita dalam beribadah Shalat khususnya dan menggiatkan diri untuk selalu on-line 24 jam dengan Tuhan, sehingga jiwa akan selalu terjaga dan membuahkan segala jenis kebaikan yang dilakukan dengan senang hati (iklas).
3. Menjawab pertanyaan bahwa Shalat itu tidak menyembah batu (Ka'bah) seperti yang dituduhkan kaum orientalis, tapi menggunakan perangkat alam untuk menyatukan energi Shalat dan Doa untuk mencapai Tuhan dengan upaya natural manusia.
Demikian renungan saya. Semoga saja mampu memotivasi anda sekalin dan para pakar untuk memicu pemikiran, penelitian lebih dalam untuk lebih mempertebal keimanan dan menjadi saksi bahwa Tuhan menciptakan semesta dengan penuh kesempurnaan tidak dengan main-main (asal jadi) sehingga kita semakin yakin dan cinta pada Tuhan Yang Maha Esa. Mungkin renungan ini berlebihan dan berfantasi, tapi sedikitnya ini pendekatan yang mampu menjawab pertanyaan sebagaimana di atas dan tidak bertentangan dengan Kitab Suci dan Hadist bahkan mendukungnya.
(Al-Quran Surat Ali Imran Ayat 96)
Kita mungkin pernah bertanya mengapa jika kita Shalat harus menghadap ke arah Kiblat, mengapa ada Thawaf dalam ibadah Haji dan Umrah, dan pertanyaan lainnya. Ini juga sering jadi perenungan saya seperti ini:
1. Ketika mempelajari Kaidah Tangan Kanan (Hukum Alam), bahwa putaran energi jika bergerak berlawanan dengan arah jarum jam, maka arah energi akan naik ke atas. Serupa dengan pola Thawaf dimana bergerak dengan jalan berputar harus berlawanan jarum jam, dan kapan saja orang boleh melakukannya tanpa terikat aturan waktu.
2. Kenapa Shalat harus menghadap Kiblat, termasuk dianjurkan berdoa dan pemakaman pun menghadap Kiblat.
3.
Kenapa Shalat Berjamaah nilainya lebih tinggi 27 kali lipat.
4. Kenapa Shalat di Masjidil Haram menurut Hadist nilainya 100.000 kali dari di tempat sendiri.
5. Apakah benar singgasana Tuhan ada di Langit Tertinggi.
Penjelasan
1. Shalat dan Doa adalah pemujaan terhadap Tuhan Semesta Yang Maha Tunggal, kita memerlukan hubungan intens dengan-Nya. Sehingga tercipta hubungan antara Sang Pencipta dan yang diciptakan (makhluk) secara dua arah. Pada saat Shalat dan Doa kita yakin mengeluarkan energi, pikiran dan hati yang fokus/konsentrasi adalah generatornya. Hukum Kekekalan Energi mengatakan bahwa energi tidak dapat dimusnahkan hanya dapat berubah bentuk, lalu kemana energi Shalat dan Doa kita?
2. Shalat diharuskan menghadap Kiblat, berarti arah Energi terfokus ke arah Kiblat dan akan bertanya lagi setelah dari Ka'bah akan kemana larinya energi Shalat?
3. Energi Shalat dan Doa dari individu atau jamaah seluruh dunia terkumpul dan terakumulasi di Ka'bah setiap saat, karena bumi berputar sehingga Shalat dari seluruh dunia tidak terhenti dalam 24 jam, misal orang Bandung Shalat Dzuhur, beberapa menit kemudian orang Jakarta Dzuhur, beberapa menit kemudian Serang Dzuhur, Lampung dan seterusnya. Belum selesai Dzuhur di India Pakistan, di Makasar sudah mulai Ashar dan seterusnya. Pada saat Dzuhur di Jakarta di London Shalat Subuh dan seterusnya 24 jam setiap hari, minggu, bulan, tahun dan seterusnya.
4. Energi yang terakumulasi, berlapis dan bertumpuk akan diputar dengan generator orang-orang yang berthawaf yang berputar secara berlawanan arah jarum jam yang dilakukan jamaah Makkah sekitarnya dan Jamaah Umroh/Haji yang dalam 1 hari tidak ditentukan waktunya.
5. Maka menurut implikasi hukum Kaidah Tangan Kanan bahwa Energi yang terkumpul akan diputar dengan Thawaf dan hasilnya kumpulan energi tadi arahnya akan ke atas menuju langit. Jadi Sedikit terjawab bahwa energi itu tidak berhenti di Kab'ah namun semuanya naik ke langit. Sebagai satu cerobong yang di mulai dari Ka'bah. Yang jelas pasti Tuhan telah membuat saluran agar Shalat dan Doa dalam bentuk energi tadi agar sampai ke Hadirat-Nya. Jadi selama 24 Jam sehari terpancar cerobong energi yang terfokus naik ke atas langit. Selamanya sampai tidak ada manusia yang Shalat dan Thawaf.
6. Untuk simplifikasi pemahaman kira-kira dapat di analogikan proses ini dengan internet, sebagai berikut:
* Shalat individu dianalogikan dengan PC.
* Shalat menghadap Kiblat adalah arah koneksi (menghadap Kiblat adalah fisik lahir terlepas dari isi/konten Doa).
* Thawaf adalah Router Utama yang bertindak sebagai generator.
* Energi ke atas adalah Hyper Main Bandwith menuju Maha Server di Singgasana (bukan harfiah) Tuhan.
* Speed Koneksi individu pelaku Shalat ditentukan tingkat ke-Khusu'-an dan ke-Ikhlas-an (PC = Kualitas Operating System, kualitas Hardware, Kualitas Software, tingkat kontaminasi virus, Struktur Data, Kelengkapan Pheriferal, dan kekokohan firewall dari virus/trojan/malware/scam (Setan)).
* Koneksi yang sempurna tentu akan memudahkan penyembahan pada Tuhan (upload) dan memahami sepenuhnya Kehendak Tuhan. Sehingga konon jika Shalat orang beriman akan membuat batin lebih tenang dan jiwa lebih sehat (download upgrade, anti virus, menambah ilmu, keberkahan, keselamatan, kasih sayang, kearifan, rejeki lahir batin dan sebagainya).
* Niat adalah start up total yang terealisasi, mulai Sistem Operasi, Kesiapan Hardware dan Sotware, fokus koneksi. Karena niat jika tidak direalisasikan dengan fokus hardware (Wudhu, gerakan fisik menghadap Kiblat, gerakan Shalat, pengertian Doa Shalat) dan software (hati/rasa dan pikiran secara virtual menghadap Maha Raja Pencipta) dihawatirkan koneksi tidak terjadi, dan energinya akan terbuang tidak terfokus. Jika hukum kekekalan energi berlaku, maka energi Shalat akan tidak sampai dan disinyalir akan dimanfaatkan oleh setan untuk memperkuat diri.
7. Kalau Shalat berjamaah akan mendapat point 27 kali, kira-kira itu diibaratkan penyatuan energi dari para jamaah sehingga speed untuk naik ke Langit 27 kali lebih cepat. Kira-kira analoginya jika Shalat sendiri 60 kbps (khusyu), maka dengan Shalat berjamaah menjadi 1,62 Mbps.
8. Orang yang Shalat di Masjidil Haram mendapat point 100.000 kali, mudah dimengerti karena Shalatnya pada kumparan energi dasyat dari jamaah Shalat di seluruh dunia yang berkumulasi dan bertumpuk. Sehingga speednya lebih tersundul dan dekat dengan access point Router Utama (Ka'bah). Artinya speed koneksinya berbanding 100.000 kali kecepatan di tempat sendiri.
9. Kenapa ada pula anjuran Shalat rawatib dan Shalat-Shalat Sunnah Dhuha, Tahajud, Tarawih, dan Doa menghadap Kiblat, kira-kira dapat dianalogikan makin sering koneksi dengan Tuhan akan semakin baik dan speed koneksinya makin massive sehingga dirinya membentuk internal modem (sehingga tidak terikat arah koneksi = berdoa dimana saja kapan saja = diluar Shalat) . Dan sebaliknya apabila Shalatnya malas-malasan dan terpaksa, kemungkinan DC (disconected) akan sering atau lambat koneksinya.
10. Bumi pun berthawaf, analogi Thawaf di Ka'bah, karena berputar berlawanan dengan arah jarum jam. Dan akan kiamat apabila berputar dengan sebaliknya (matahari terbit dari Barat).
Kesimpulan
1. Shalat dan Doa, diyakini akan sampai ke langit menuju Singgasana Tuhan selama memenuhi kira-kira persyaratan uraian di atas dengan sintesa (gabungan/Ekstrasi) renungan hukum agama dan hukum alam. Jadi hendaknya ilmuwan dan agamawan bersinergi saling mendukung untuk mencapai kemaslahatan yang lebih luas dan pemahaman agama yang dapat diterima lahir batin.
2. Memantapkan kita dalam beribadah Shalat khususnya dan menggiatkan diri untuk selalu on-line 24 jam dengan Tuhan, sehingga jiwa akan selalu terjaga dan membuahkan segala jenis kebaikan yang dilakukan dengan senang hati (iklas).
3. Menjawab pertanyaan bahwa Shalat itu tidak menyembah batu (Ka'bah) seperti yang dituduhkan kaum orientalis, tapi menggunakan perangkat alam untuk menyatukan energi Shalat dan Doa untuk mencapai Tuhan dengan upaya natural manusia.
Demikian renungan saya. Semoga saja mampu memotivasi anda sekalin dan para pakar untuk memicu pemikiran, penelitian lebih dalam untuk lebih mempertebal keimanan dan menjadi saksi bahwa Tuhan menciptakan semesta dengan penuh kesempurnaan tidak dengan main-main (asal jadi) sehingga kita semakin yakin dan cinta pada Tuhan Yang Maha Esa. Mungkin renungan ini berlebihan dan berfantasi, tapi sedikitnya ini pendekatan yang mampu menjawab pertanyaan sebagaimana di atas dan tidak bertentangan dengan Kitab Suci dan Hadist bahkan mendukungnya.
10 RAHASIA SUKSES ORANG JEPANG
1. Kerja Keras
Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan.
2. Malu
Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.
3. Hidup Hemat
Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.
4. Loyalitas
Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan.
5. Inovasi
Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah.
6. Pantang Menyerah
Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia . Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki , disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo . Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen) . Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan). Kapan-kapan saya akan kupas lebih jauh tentang ini
7. Budaya Baca
Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institute penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.
8. Kerjasama Kelompok
Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok” . Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.
9. Mandiri
Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak saya yang paling gede sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatan saya dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.
10. Jaga Tradisi & Menghormati Orang Tua
Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini.
Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan.
Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena “hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.
Langganan:
Postingan (Atom)



