Rabu, 08 Juni 2011
MISTERI KUIL ABYDOS
Benarkah di Mesir pada jaman dahulu telah memiliki teknologi penerbangan? Apakah ada hubungan dengan Atlantis? Sebuah papirus kuno mencatat kunjungan benda terbang aneh di dekat istana Firaun. Uniknya lagi, di kuil Abydos terdapat serangkaian hieroglip yang mirip pesawat terbang, helikopter bahkan kapal selam.
Kota besar Abydos, dalam bahasa kuno disebut “Abdjw” berasal dari periode pra-dinasti (4000 tahun SM) merupakan sejarah Mesir turun temurun. Sebuah tempat di mana terdapat banyak sekali kuburan dari raja-raja pra-dinasti pada masa Mesir kuno yang mana membuat wilayah tersebut segera berkembang untuk kepentingan agama seperti pusat pemujaan untuk Osiris.
Hal ini pertama dilakukan seperti pada makam dari Dinasti Raja Pertama Djer, yang teridentifikasi sebagai “tempat pemujaan Osiris”. Sudah menjadi mitos bahwa raja adalah Tuhan masyarakat Mesir pada masa pra-dinasti (menunjukpada seperti “Osirieon”). Perhatian terhadap Osiris dikarenakan kota besar menjadi tempat ziarah, sebaik salah satu tempat untuk pemakaman sebenarnya yang diinginkan atau untuk pembangunan tugu peringatan (monumen dibangun untuk menghormati kematian seseorang yang jenazahnya berada ditempat lain). Perayaan dan keinginan besar untuk bermain dari Osiris hidup dan mati diselenggarakan disini mulai dari Dinasti ke 12 (1985-1795 SM) sampai dengan zaman Masehi.
Satu dari monumen yang paling penting di wilayah tersebut adalah Candi Seti I, yang mana dibangun untuk menghormati Osiris. Candi ini dipercaya bahwa Seti yang merupakan arsitek dan perencana candi klasik Mesir yang sungguh-sungguh terukur, tetapi saat terjadi pergantian pemimpin ketika membangun pondasi terjadi kecelakaan sehingga membongkar tempat terdapatnya tugu Djer, dan hal ini pada referensi Kerajaan Tengah seperti tempat makam Osiris di luar kemungkinan dari kealiman, rumah dari Seti I dan Rameses II diperluas dan ditinggikan dari tempat Osirion dan kegemaran cara memuja Osiris menghubungkan candi Seti I kemudian.
Pada bulan Februari 1988, diinformasikan bahwa eksistensi dari masyarakat Mesir tempat relief dianggap sebagai “enigma”. Tentu saja di antara tulisan Hieroglip terdapat satu yang dapat dengan mudah membedakan gambar yang menyerupai helikopter.
Berita ini hampir dua tahun lamanya telah dipublikasikan di Perancis. Beberapa orang mengemukakan tentang skema tersebut dengan masuk akal menjelaskan kehadiran “helicopter” diantara tulisan hieroglip.
Kelihatan dengan jelas, orang lain akan mengatakan bahwa gambar tersebut tidaklah melukiskan “helikopter” tetapi lebih dari satu atau dua pesawat, kapal selam dan bahkan sebuah UFO !
Menurut Mike Dyall Smith dari universitas Melbourne bahwa gambar tersebut makin terkenal karena dipromosikan oleh kalangan “new age atau UFO buffs”. Para ahli Mesir umumnya mengakui bahwa gambar pesawat asing yang terlihat jelas hanyalah sebuah ilusi yang terjadi karena erosi permukaan batu (lihat kerusakan di atas area langit-langit) dan proses pemahatan kembali dan menambal di batu untuk menggantikan beberapa dari hieroglip-hieroglip.
Ketika tambalan jatuh keluar sedikit demi sedikit dari glip yang lama dan glip yang baru menutupi dan berbentuk “jejak-jejak yang aneh”. Penggunaan teknik tersebut disebut dengan istilah “Palimpsest”. Setiap orang baik sajak dalam prasasti Mesir menjelaskan adanya tumpukan pemahatan kembali dari prasasti hancur di masa Mesir kuno seperti kebiasaan para raja mencari untuk memperoleh pharaoh yang sebelumnya atau untuk mendiskreditkan mereka.
Namun sebenarnya, penjelasan ini tidak terlalu memuaskan. Benarkah Abydos merupakan prasasti yang benar-benar menggambarkan adanya teknologi luar angkasa atau kapal selam pada zaman Mesir Kuno? Yang pasti, meski berbeda masanya, namun di Mesir ada suatu papirus yang menceritakan kehadiran benda terbang aneh.
Laporan tercatat yang cukup tua mengenai kehidupan di langit lain ialah berasal dari abad ke-15 sebelum masehi, yang tertera pada buku harian Thutmosis III (Firaun Mesir kuno dinasti ke-18, 1504-1450 SM). Laporan yang ditulis dalam papirus (tulisan kuno) yang diketemukan oleh Alberto Siliotti, berbunyi demikian:
“Dalam tahun dua puluh dua, dalam bulan ketiga musim dingin, pada jam ke enam hari itu....para penulis dari Rumah Kehidupan melihat adanya sebuah lingkaran api yang muncul di angkasa. Dia tidak memiliki kepala dan nafasnya berbau busuk. Panjangnya 1 rod, lebarnya 1 rod (5m). Dia tidak bersuara. Karena kebingungan mereka bertiarap...Mereka menghadap Firaun untuk melaporkan apa yang telah mereka lihat. Baginda Raja merenungkan dan memikir-mikirkan persoalan itu. Sementara... beberapa hari kemudian, benda-benda itu bertambah banyak di angkasa... Angkatan perang Firaun terus mengawasi benda- benda itu tatkala Baginda Raja berada di tengahtengah mereka. Waktu itu adalah waktu setelah makan malam. Lingkaran-lingkaran api itu kemudian tambah naik lebih tinggi di angkasa, menuju ke selatan. Ikan dan itik berjatuhan dari udara. Dan Firaun menyuruh mengambil kemenyan, kemudian dibakarnya untuk mendapatkan keamanan dan ketenteraman dalam kehidupan rakyatnya...”
Selain itu, banyak penemuan artefak kuno yang aneh seakan menunjukkan bahwa di masa lalu, nenek moyang kita telah berinteraksi dengan makhluk dari luar angkasa. Ada juga yang mengkaitkan dengan sisa bangsa Atlantis. Baca juga tentang Vimana dan Vailixi.
9 JUNI
Hari itu tanggal 24 Desember, sekitar jam 10 malamdengan tanpa pikir panjang aku mengucapkan "SELAMAT ULANG TAHUN" melalui ponsel. Meski pun hari ulang tahunnya bersamaan dengan hari Natal, 25 Desember. Tapi aku sengaja mengucapkan lebih awal dari waktu yang seharusnya.
Dan hari ini, aku ingin mengalami hal yang pernah aku lakukan pada orang yang selalu aku do'akan dengan ikhlas. Tapi, orang yang istimewa itu sudah pergi dari hati ku.
BULAN MEI YANG MENGHILANG
Badai menghancurkan senyap
Matahari bersinar tanpa tirai
Panas hingga ke kulit bumi
Mengubah jalan hidup menjadi panik
Kekal, rasa penasaran yang kekal
Kapan berakhirnya putaran waktu
Seperti bulan Mei yang menghilang pada putaran tahun
Aku bersedih, tak mencumbunya
Mata sang biadab
Kaki sang laknat
Menghamba pada hitamnya bayangan tubuh ku
Bukan cinta, tapi benci yang menggelora
Terbitlah dengan senyum, matahari ku
Matahari bersinar tanpa tirai
Panas hingga ke kulit bumi
Mengubah jalan hidup menjadi panik
Kekal, rasa penasaran yang kekal
Kapan berakhirnya putaran waktu
Seperti bulan Mei yang menghilang pada putaran tahun
Aku bersedih, tak mencumbunya
Mata sang biadab
Kaki sang laknat
Menghamba pada hitamnya bayangan tubuh ku
Bukan cinta, tapi benci yang menggelora
Terbitlah dengan senyum, matahari ku
TERKADANG
Terkadang, memang berat menahan hujan
Air hujan yang jatuh seolah berirama dengan tangis yang menetes
Bukan sepi, hanya terang hanya tenang
Hatiku bersenandung pada nada-nada minor
Elegi ku mempecundangi rindu
Terkadang, aku lelah untuk berkata
Kapan aku dapat bernyanyi?
Aku hanyalah nista yang tercampur larut dalam marah
Yang aku tulis hanyalah harapan
Harapan kecil dari sebuah keikhlasan
Terkadang, aku merasa ingin sendiri dalam ramai
Aku memang aneh, aku mencintai kesendirian
Aku ingin terbang tanpa harus terjatuh
Air hujan yang jatuh seolah berirama dengan tangis yang menetes
Bukan sepi, hanya terang hanya tenang
Hatiku bersenandung pada nada-nada minor
Elegi ku mempecundangi rindu
Terkadang, aku lelah untuk berkata
Kapan aku dapat bernyanyi?
Aku hanyalah nista yang tercampur larut dalam marah
Yang aku tulis hanyalah harapan
Harapan kecil dari sebuah keikhlasan
Terkadang, aku merasa ingin sendiri dalam ramai
Aku memang aneh, aku mencintai kesendirian
Aku ingin terbang tanpa harus terjatuh
Sabtu, 02 April 2011
MENERIMA KEADAAN
"When you try you best but you don't succeed"
"When get what you want but not what you need"
Sepenggal lirik lagu "Fix You" dari "Coldplay" seolah menjadi kalimat yang mengajarkan aku agar selalu menerima keadaan dan menerima apa yang aku punya saat ini. Banyak hal yang aku inginkan tapi begitu seringnya hal itu tak dapat aku raih.
Setelah lulus sekolah, aku ingin melanjutkan pendidikan ku ke jenjang yang lebih tinggi. Aku ingin menjadi mahasiswa yang mengambil FKIP Bahasa Inggris. Karena cita-cita sejak kecil amatlah sederhana, yaitu menjadi seorang guru bahasa Inggris. Saat sekolah pun aku tidak pernah mendapatkan nilai rapor yang mengecewakan pada mata pelajaran bahasa Inggris. Aku pun pernah menjadi murid kesayangan dari guru bahasa Inggris saat sekolah.
Kapan aku bisa kuliah?
Aku sadar, meski pun jika nanti aku bisa kuliah, keluarga ku pasti tidak akan bisa membiayai kuliah ku. Karena ibu ku hanya seorang TKW sedangkan aayah ku hanyalah seorang buruh tani. Dan keduanya pun telah lama bercerai. Jadi, tambah sulit untuk ku agar dapat merealisasikan keinginan ku.
Mungkin Tuhan memiliki rencana lain di balik keinginan ku. Apa pun itu, aku hanya bisa pasrah pada ketetapan-Nya.
Status pengangguran kini kembali melekat sejak aku memutuskan untuk berhenti kerja pada 18 Maret 2011. Aku mengundurkan diri karena perolehan upah yang aku terima tidak sesuai dengan jam kerja. Aku sering keluar masuk dan berpindah-pindah tempat kerja, tapi tidak pernah akumengalami pemotongan gaji separah ini. Apa salah jika aku menanyakan hal tersebut langsung pada HRD?
Sesekali aku bersabar akan hal ini, namun pada pembagian gaji berikutnya ternyata masih ada pemotongan gaji. Aku ikhlas! anggap saja aku bershadaqoh pada fakir miskin.
Dengan semaksimal mungkin aku mempelajari cara kerja dan mentaati peraturan di tempat kerja tersebut. Tapi tetap saja, selalu ada kesalahan yang tidak aku ketahui yang mengakibatkan pemotongan gaji ku. Seharusnya pihak pengawas menegur ku atau memberitahukan letak kesalahan ku, agar aku bisa waspada dan hati-hati dalam bekerja. Tapi, ini tak berlaku untuk mereka.
Kenyataan ini tidak sejalan dengan keinginan. Pengalaman hidup yang mendewasakan seolah membekali ku dengan prilaku positif. Dapat menerima keadaan adalah suatu hal yang sangat sulit, karena sifat manusia yang amat sangat tamak dan serakah. Termasuk orang seperti ku.
Ambisi kuliah yang belum sempat dan ketenangan kerja yang susah didapat menjadi menu istimewa yang Allah berikan padaku. Tak pantas bila saat ini aku merasa iri pada mereka yang beruntung bisa mendapatkan keinginannya.
"When get what you want but not what you need"
Sepenggal lirik lagu "Fix You" dari "Coldplay" seolah menjadi kalimat yang mengajarkan aku agar selalu menerima keadaan dan menerima apa yang aku punya saat ini. Banyak hal yang aku inginkan tapi begitu seringnya hal itu tak dapat aku raih.
Setelah lulus sekolah, aku ingin melanjutkan pendidikan ku ke jenjang yang lebih tinggi. Aku ingin menjadi mahasiswa yang mengambil FKIP Bahasa Inggris. Karena cita-cita sejak kecil amatlah sederhana, yaitu menjadi seorang guru bahasa Inggris. Saat sekolah pun aku tidak pernah mendapatkan nilai rapor yang mengecewakan pada mata pelajaran bahasa Inggris. Aku pun pernah menjadi murid kesayangan dari guru bahasa Inggris saat sekolah.
Kapan aku bisa kuliah?
Aku sadar, meski pun jika nanti aku bisa kuliah, keluarga ku pasti tidak akan bisa membiayai kuliah ku. Karena ibu ku hanya seorang TKW sedangkan aayah ku hanyalah seorang buruh tani. Dan keduanya pun telah lama bercerai. Jadi, tambah sulit untuk ku agar dapat merealisasikan keinginan ku.
Mungkin Tuhan memiliki rencana lain di balik keinginan ku. Apa pun itu, aku hanya bisa pasrah pada ketetapan-Nya.
Status pengangguran kini kembali melekat sejak aku memutuskan untuk berhenti kerja pada 18 Maret 2011. Aku mengundurkan diri karena perolehan upah yang aku terima tidak sesuai dengan jam kerja. Aku sering keluar masuk dan berpindah-pindah tempat kerja, tapi tidak pernah akumengalami pemotongan gaji separah ini. Apa salah jika aku menanyakan hal tersebut langsung pada HRD?
Sesekali aku bersabar akan hal ini, namun pada pembagian gaji berikutnya ternyata masih ada pemotongan gaji. Aku ikhlas! anggap saja aku bershadaqoh pada fakir miskin.
Dengan semaksimal mungkin aku mempelajari cara kerja dan mentaati peraturan di tempat kerja tersebut. Tapi tetap saja, selalu ada kesalahan yang tidak aku ketahui yang mengakibatkan pemotongan gaji ku. Seharusnya pihak pengawas menegur ku atau memberitahukan letak kesalahan ku, agar aku bisa waspada dan hati-hati dalam bekerja. Tapi, ini tak berlaku untuk mereka.
Kenyataan ini tidak sejalan dengan keinginan. Pengalaman hidup yang mendewasakan seolah membekali ku dengan prilaku positif. Dapat menerima keadaan adalah suatu hal yang sangat sulit, karena sifat manusia yang amat sangat tamak dan serakah. Termasuk orang seperti ku.
Ambisi kuliah yang belum sempat dan ketenangan kerja yang susah didapat menjadi menu istimewa yang Allah berikan padaku. Tak pantas bila saat ini aku merasa iri pada mereka yang beruntung bisa mendapatkan keinginannya.
TANGIS DI AWAL APRIL
Di awal bulan April, ketika aku selesai menunaikan shalat Maghrib, aku mendengar suara anak kecil yang sedang menangis keras. Cukup lama tangisan anak itu aku dengar. Aku tidak tahu, apa penyebab dari tangisan itu.
aku menghampiri anak kecil itu. Lalu ketika aku telah berada di hadapnya, suasana pun berubah. Aku panik dan kebingungan, ternyata tidak hanya anak kecil itu yang menangis tetapi juga kakak perempuan dan ibunya yang berusaha tegar sambil mengusap air mata karena melihat apa yang telah terjadi.
Hati ku tersentuh, tiba-tiba air mata ku pun menetes perlahan-lahan. Karena pria yang tadi menyapa ku sekitar jam 4 sore kini telah terbaring tanpa nafas. Wajahnya yang pucat membuat tubuh ku lemah.
Anak kecil itu belum berhenti menangisi kepergian ayahnya. Begitu berat cobaan yang harus dihadapi oleh anak kecil itu. Karena harus ditinggalkan oleh ayahnya yang wafat setelah mengambil air wudhu ketika hendak shalat Maghrib.
aku menghampiri anak kecil itu. Lalu ketika aku telah berada di hadapnya, suasana pun berubah. Aku panik dan kebingungan, ternyata tidak hanya anak kecil itu yang menangis tetapi juga kakak perempuan dan ibunya yang berusaha tegar sambil mengusap air mata karena melihat apa yang telah terjadi.
Hati ku tersentuh, tiba-tiba air mata ku pun menetes perlahan-lahan. Karena pria yang tadi menyapa ku sekitar jam 4 sore kini telah terbaring tanpa nafas. Wajahnya yang pucat membuat tubuh ku lemah.
Anak kecil itu belum berhenti menangisi kepergian ayahnya. Begitu berat cobaan yang harus dihadapi oleh anak kecil itu. Karena harus ditinggalkan oleh ayahnya yang wafat setelah mengambil air wudhu ketika hendak shalat Maghrib.
INGAT BANDUNG
Astagfirullahaladziem,,,,,
Ya Allah, mengapa tiba-tiba malam ini aku rindu pada dia? Dia yang pernah aku bohongi, dan dia yang pernah aku sakiti hatinya. Janji ku untuk menemuinya sampai detik ini belum aku tepati. Mimpi ku untuk dapat berbincang dengannya secara langsung belum pernah terwujud.
Dia berjanji akan mengajak ku untuk keliling kota Bandung
Dia yang berniat mengajak ku menonton laga Persib di Si Jalak Harupat
Masih ingatkah dia akan janjinya?
Aku pun pernah berjanji akan menemaninya berjualan kaos di Cigondewah
Aku pun juga pernah berjanji akan mengajari adiknya bermain gitar
Kapan aku bisa ke Bandung?
Kapan aku bisa menemuinya?
Hati ku tertambat di Kota Kembang
Cinta ku bersemayam di Paris Van Java
Aku pasti datang, dengan maaf ku dan dengan janji ku
Langganan:
Postingan (Atom)


