Rabu, 30 Maret 2011

WATAK KERAS


Apa pantas aku mengalah untuk membahagiakan hidupnya? meski aku selalu terluka. Ada niat aku untuk pergi meninggalkannya dan berlalu mengakhiri hubungan. Tapi karena cinta yang membuat ku bertahan, aku sudah terlanjur sayang padanya, dan juga keluarganya pun telah aku anggap sebagai keluarga ku sendiri.

Ada rasa amarah yang meraja dalam kepala ku ketika watak kerasnya tak mau pergi dalam hidupnya. Aku sudah meminta berulang kali padanya untuk segera merubah dan menghilangkan watak keras yang selalu membuat ku menangis. Apa aku salah meminta hal itu padanya?

Aku telah menjalani hubungan dengannya sejak 5 September 2007, sudah terlalu lama hati ku tertambat di hatinya, begitu pun hatinya di hati ku. Tapi, wataknya yang tidak aku suka dari dia.

Ya Allah, apa yang harus aku lakukan?

Ternyata benar apa yang selalu ayah pesan kepadaku, bila aku jatuh cinta dan memiliki kekasih. Beliau kerap berpesan "cintai kekasihmu tapi jangan terlalu berlebihan". Pesan ayah selalu aku ingat tapi tidak aku laksanakan. Seharusnya aku bisa menuruti nasehat dari ayah, karena saat ini aku termakan oleh cintaku yang dalam pada seorang gadis, namanya Nazwa.


Awalnya aku beranggapan bahwa Nazwa adalah wanita yang dapat menerima dan mengerti keadaan ku. Ucapannya yang lembut kini berubah menjadi kasar. Senyum tulusnya kini hilang oleh rasa curiga yang berlebihan kepadaku. Kini Nazwa seolah menjelma menjadi seorang psychopath yang berwatak keras dan mudah sekali marah. Dulu aku yakin, bahwa Nazwa bisa merubah watak kerasnya yang dominan. Tapi semakin lama malah semakin menjadi.

Nasi telah menjadi bubur, aku terlanjur mencintainya, meski pun sifat buruknya merajai pikiran ku. Kapan sifat buruk Nazwa bisa lenyap?, sepertinya ini adalah sebuah pertanyaan yang tak ada jawabannya, atau seperti racun yang susah untuk mencari penawarnya.

Pernah suatu hari ketika aku bersama Nazwa. Ponsel ku berbunyi, dan rupanya ada panggilan masuk dari teman lama ku. Aku menjawab panggilan itu, dan kami pun berbincang cukup lama lewat ponsel. Kami saling menanyakan kabar dan menceritakan seputar pekerjaan. Sesekali aku melihat Nazwa yang berubah menjadi cemberut. Nazwa merasa kesal dengan percakapan kami yang begitu akrab, tiba-tiba Nazwa meraih ponsel yang aku genggam dan menutup perbincangan kami. Dengan spontan, aku merasa bingung atas apa yang dilakukan Nazwa pada saat itu. Tak hanya itu, Nazwa pun menghapus nomor ponsel teman lama ku di kontak ponsel. Nazwa juga menghapus beberapa nama wanita di kontak tersebut. Padahal beberapa nama itu adalah rekan kerja, saudara perempuan, teman sekolah dan tetangga ku.


Dengan penuh emosi, aku memarahi dengan apa yang telah Nazwa perbuat. Wajar saja bila Nazwa merasa cemburu tapi tidak terlalu berlebihan. Alangkah lebih baiknya bila Nazwa menanyakan terlebih dahulu tentang siapa yang tadi menelepon ku atau menanyakan satu persatu daftar nama yang ada pada kontak ponsel. Jujur! saat itu aku ingin menampar pipi Nazwa, tapi aku tak tega karena aku sudah begitu sayang pada Nazwa yang telah lama mencintai ku.

Sampai kapan Nazwa akan tetap seperti itu? Masalah kecil selalu Nazwa ungkit dan diperbesar-besarkan. Rasa curiga yang tak mau hilang dan tetap melekat dalam otaknya.

Ini hanya baru tahap berpacaran, apa lagi jika nanti berumah tangga. Bisa jadi, Nazwa menjadi istri yang melawan padaku.

Astagfirullahaladziem....

Kamis, 10 Maret 2011

PINTU NERAKA DI UZBEKISTAN

Pintu Neraka di Uzbekistan. Sebuah fenomena alam yang melengkapi Kejadian Aneh 2010 kembali terjadi. Sebuah lubang api menganga yang disebut Pintu Neraka terdapat di negara bagian Asia Tengah, Uzbekistan. Mendengar kata “pintu neraka” tergambar suasana api menyala dan mengerikan sangat panas.Lubang api di Uzbekistan itu berukuran sekitar dua kali lapangan bola dengan kedalaman lebih dari 30 meter. Semula ukurannya tidak sebesar itu sejak pertama kali tahun 1975 “pintu neraka” itu dijumpai manusia. Awalnya ahli geologi menggali dengan alat berat untuk pengeboran gas alam. Anehnya, di lokasi itu ditemukan jurang besar di bawah tanah. Saking besarnya, semua peralatan untuk penggalian itu terperosok ke dalam.

Jurang itu dipenuhi dengan gas bumi yang beracun. Belum ada keterangan resmi Uni Soviet kala itu terkait berapa jumlah korban tewas akibat terkena gas beracun. Namun para ahli segera menyingkir dan semua peralatan yang terperosok itu ditinggal pergi.

Untuk menghindari gas beracun yang terlanjur terbuka ke langit bumi itu menyebar, para ahli memutuskan untuk membakarnya. Posisinya berada di dekat kota kecil bernama Davaz.

Praktis sejak 1975 lobang raksasa itu menyemburkan api seperti gunung berapi dan masih tetap menyala hingga kini walau sudah 35 tahun berlalu. Masyarakat sekitar tak ada yang berani mendekat karena pengaruh medan panas hingga beberapa ratus meter, sehingga dinamakan “pintu neraka”.

SEGITIGA BERMUDA

Segitiga Bermuda (bahasa Inggris: Bermuda Triangle), kadang-kadang disebut juga Segitiga Setan adalah sebuah wilayah lautan di Samudra Atlantik seluas 1,5 juta mil2 atau 4 juta km2 yang membentuk garis segitiga antara Bermuda, wilayah teritorial Britania Raya sebagai titik di sebelah utara, Puerto Riko, teritorial Amerika Serikat sebagai titik di sebelah selatan dan Miami, negara bagian Florida, Amerika Serikat sebagai titik di sebelah barat.

Segitiga bermuda sangat misterius. Sering ada isu paranormal di daerah tersebut yang menyatakan alasan dari peristiwa hilangnya kapal yang melintas. Ada pula yang mengatakan bahwa sudah menjadi gejala alam bahwa tidak boleh melintasi wilayah tersebut. Bahkan ada pula yang mengatakan bahwa itu semua akibat ulah makhluk luar angkasa.


Sejarah awal

Pada masa pelayaran Christopher Colombus, ketika melintasi area segitiga Bermuda, salah satu awak kapalnya mengatakan melihat “cahaya aneh berkemilau di cakrawala”. Beberapa orang mengatakan telah mengamati sesuatu seperti meteor. Dalam catatannya ia menulis bahwa peralatan navigasi tidak berfungsi dengan baik selama berada di area tersebut.

Berbagai peristiwa kehilangan di area tersebut pertama kali didokumentasikan pada tahun 1951 oleh E.V.W. Jones dari majalah Associated Press. Jones menulis artikel mengenai peristiwa kehilangan misterius yang menimpa kapal terbang dan laut di area tersebut dan menyebutnya ‘Segitiga Setan’. Hal tersebut diungkit kembali pada tahun berikutnya oleh Fate Magazine dengan artikel yang dibuat George X. Tahun 1964, Vincent Geddis menyebut area tersebut sebagai ‘Segitiga Bermuda yang mematikan’, setelah istilah ‘Segitiga Bermuda’ menjadi istilah yang biasa disebut. Segitiga bermuda merupakan suatu tempat dimana di dasar laut tersebut terdapat sebuah piramid besar mungkin lebih besar dari piramid yang ada di Kairo Mesir. Piramid tersebut mempunyai jarak antara ujung piramid dan permukaan laut sekitar 500 m, di ujung piramid trsebut terdapat dua rongga lubang lebih besar.

Penjelasan beberapa sumber

Berikut adalah penjelasan dari beberapa narasumber yang menyatakan keanehan Segitiga Bermuda bahwa di sana terdapat gas methan, dianggap kapal yang hilang di sana telah melampaui batas kargo, Pangkalan UFO, tempat berkumpulnya para setan golongan Jin (Istana Setan) dan ada yang mengatakan bahwa di sanalah terletak telaga "Air Kehidupan" yang sanggup membuat awet muda dan panjang umur.

Muatan berlebih

Perusahaan asuransi laut Lloyd's of London menyatakan bahwa segitiga bermuda bukanlah lautan yang berbahaya dan sama seperti lautan biasa di seluruh dunia, asalkan tidak membawa angkutan melebihi ketentuan ketika melalui wilayah tersebut. Penjaga pantai mengkonfirmasi keputusan tersebut. Penjelasan tersebut dianggap masuk akal, ditambah dengan sejumlah pengamatan dan penyelidikan kasus.

Gas Methana dan pusaran air

Penjelasan lain dari beberapa peristiwa lenyapnya pesawat terbang dan kapal laut secara misterius adalah adanya gas metana di wilayah perairan tersebut. Teori ini dipublikasikan untuk pertama kali tahun 1981 oleh Badan Penyelidikan Geologi Amerika Serikat. Teori ini berhasil diuji coba di laboratorium dan hasilnya memuaskan beberapa orang tentang penjelasan yang masuk akal seputar misteri lenyapnya pesawat-pesawat dan kapal laut yang melintas di wilayah tersebut.

Menurut Bill Dillon dari U.S Geological Survey, air bercahaya putih itulah penyebabnya. Didaerah segitiga maut Bermuda, tapi juga di beberapa daerah lain sepanjang tepi pesisir benua, terdapat "tambang metana". tambang ini terbentuk kalau gas metana menumpuk di bawah dasar laut yg tak dapat ditembusnya. Gas ini dapat lolos tiba2 kalau dasar laut retak. Lolosnya tdk kepalang tangung. Dengan kekuatan yg luar biasa, tumpukan gas itu menyembur ke permukaan sambil merebus air, membentuk senyawaan metanahidrat.

Air yang dilalui gas ini mendidih sampai terlihat sebagai "air bercahaya putih". Blow out serupa yg pernah terjadi dilaut Kaspia sudah banyak menelan anjungan pengeboran minyak sebagai korban. Regu penyelamat yang dikerahkan tidak menemukan sisa sama sekali. Mungkin karena alat dan manusia yang menjadi korban tersedot pusaran air, dan jatuh kedalam lubang bekas retakan dasar laut, lalu tanah dan air yg semula naik ke atas tapi kemudian mengendap lagi didasar laut, menimbun mereka semua.

Gempa laut dan gelombang besar

Teori ini mengatakan gesekan dan goncangan di tanah di dasar Lautan Atlantik menghasilkan gelombang dahsyat dan seketika kapal-kapal menjadi hilang kendali dan langsung menuju dasar laut dengan kuat hanya dalam beberapa detik. Adapun hubungannya dengan pesawat, maka goncangan dan gelombang kuat tersebut menyebabkan hilangnya keseimbangan pesawat serta tidak adanya kemampuan bagi pilot untuk menguasai pesawat.

Gravitasi

Gravitasi (medan graviti terbalik, anomali magnetik graviti) dan hubungannya dengan apa yang terjadi di Segitiga Bermuda; sesungguhnya kompas dan alat navigasi elektronik lainnya di dalam pesawat pada saat terbang di atas Segitiga Bermuda akan goncang dan bergerak tidak normal, begitu juga dengan kompas pada kapal, yang menunjukkan kuatnya daya magnet dan anehnya gravitasi yang terbalik.

Pangkalan U.F.O.

Pemerintah dan Akademis Independen A.S. mengatakan Segitiga Bermuda disebabkan karena tempat tersebut merupakan Pangkalan UFO sekelompok mahkluk luar angkasa/alien yang tidak mau diusik oleh manusia, sehingga kendaraan apapun yang melewati teritorial tersebut akan terhisap dan diculik. Ada yang mengatakan bahwa penyebabnya dikarenakan oleh adanya sumber magnet terbesar di bumi yang tertanam di bawah Segitiga Bermuda, sehingga logam berton-tonpun dapat tertarik ke dalam.

Istana Setan

Dalam hadist yang diriwayatkan dari Abu Hurairah dari Nabi Muhammad, dikatakan bahwa pertemuan antara suhu panas dan dingin (sejuk) adalah ikatakan larangan ini karena tempat seperti itu adalah tempat yang paling digemari oleh Setan.[1] Karena menurut beberapa pendapat ada yang mengatakan bahwa Segitiga Bermuda merupakan pusat bertemunya antara arus air dingin dengan arus air panas, sehingga akan mengakibatkan pusaran air yang besar/dasyat. Karena bermuda terletak di perairan Atlantik di pertengahan antara benua Amerika bagian utara dan Afrika. Secara mudah lokasi ini adalah kawasan pertembungan dua arus panas dari Afrika dan sejuk dari Amerika Utara.

Menurut beberapa orang muslim meyakini dengan hadist ini yang dianggap telah terjawab tentang misteri Segitiga Bermuda. Perkara-perkara aneh yang sering terjadi itu tentu antara lain disebabkan pertembungan antara panas dan sejuk dan menganggap Istana Setan terletak secara tersembunyi di situ. Kemudian dikatakan pula bahwa Dajjal pada saat sekarang menetap di Segitiga Bermuda itu sampai pada menjelang akhir zaman ia akan keluar.

Air Kehidupan

Menurut Syaikh Imam M. Ma’rifatullah al-Arsy, segitiga bermuda merupan tempat titik terujung di dunia ini. Di tengah kawasan itu terdapat sebuah telaga yang airnya dapat membuat siapa saja yg meminumnya menjadi panjang umur, ditempat itu pula Nabi Khidzir bertahta sebagai penjaga sumber "Air Kehidupan" tersebut. Syaikh Imam Ma’rifatullah berkata kalau penyelamat akhir Zaman Imam Mahdi akan keluar dari Ghaibnya melalui tempat tersebut dengan menggunakan jubah suci berwarna kebiruan.

Tempat yang indah dan berbahaya

Menurut sebuah naskah kuno menyatakan bahwa Raja Iskandar Agung pernah mencoba masuk ke kawasan agung itu dan sekembalinya mereka mengatakan bahwa tempat itu berpasirkan permata dan berbatukan berlian. Tempat yang dipenuhi dengan kabut putih tebal itu sangat indah untuk dipandang tapi sangat berbahaya untuk di datangi.

Lorong waktu

Dalam sejarah, orang, kapal-kapal, pesawat terbang dan lain-lain sebagainya yang hilang secara misterius seperti yang sering kita dengar di perairan Segitiga Bermuda, sebenarnya adalah masuk ke dalam lorong waktu yang misterius ini.

Seorang ilmuwan Amerika yang bernama Ado Snandick berpendapat, mata manusia tidak bisa melihat keberadaan suatu benda dalam ruang lain, itulah obyektifitas keberadaan lorong waktu.

Dalam penyelidikannya terhadap lorong waktu, John Buckally mengemukakan teori hipotesanya sebagai berikut:

* Obyektifitas keberadaan lorong waktu adalah bersifat kematerialan, tidak terlihat, tidak dapat disentuh, tertutup untuk dunia fana kehidupan umat manusia, namun tidak mutlak, karena kadang-kadang ia akan membukanya.

* Lorong waktu dengan dunia manusia bukanlah suatu sistem waktu, setelah memasuki seperangkat sistem waktu, ada kemungkinan kembali ke masa lalu yang sangat jauh, atau memasuki masa depan, karena di dalam lorong waktu tersebut, waktu dapat bersifat searah maupun berlawanan arah, bisa bergerak lurus juga bisa berbalik, dan bahkan bisa diam membeku.

* Terhadap dunia fana (ruang fisik kita) di bumi, jika memasuki lorong waktu, berarti hilang secara misterius, dan jika keluar dari lorong waktu itu, maka artinya adalah muncul lagi secara misterius.

Disebabkan lorong waktu dan bumi bukan merupakan sebuah sistem waktu, dan karena waktu bisa diam membeku, maka meskipun telah hilang selama 3 tahun, 5 tahun, bahkan 30 atau 50 tahun, waktunya sama seperti dengan satu atau setengah hari.

Meskipun beberapa teori dilontarkan, namun tidak ada yang memuaskan sebab munculnya tambahan seperti benda asing bersinar yang mengelilingi pesawat sebelum kontak dengan menara pengawas terputus dan pesawat lenyap.

Penemuan Piramida di Segitiga Bermuda

Beberapa ilmuwan Amerika, Perancis dan negara lainnya pada saat melakukan survey di area dasar laut Segitiga Bermuda, Samudera Atlantik, menemukan sebuah piramida berdiri tegak di dasar laut yang tak pernah diketahui orang. Panjang sisi dasar piramida ini mencapai 300 meter, tingginya 200 meter, dan jarak ujung piramida ini dari permukaan laut sekitar 100 meter. Ukuran, piramida ini lebih besar skalanya dibandingkan dengan piramida Mesir kuno yang ada di darat.

Di atas piramida terdapat dua buah lubang yang sangat besar, air laut dengan kecepatan tinggi melalui kedua lubang ini, dan oleh karena itu ombak yang besar dapat membentuk pusaran raksasa yang membuat perairan di sekitar ini menimbulkan ombak yang dahsyat menggelora dan badai pada permukaan laut.

Ada beberapa ilmuwan Barat yang berpendapat bahwa Piramida di dasar laut ini mungkin awalnya dibuat di atas daratan, lalu terjadi gempa bumi yang dahsyat, dan menggelamkan daratan ke dasar laut seiring dengan perubahan penurunan permukaan tanah. Ilmuwan lainnya berpendapat bahwa beberapa ratus tahun yang silam perairan di area Segitiga Bermuda dianggap pernah menjadi sebagai salah satu landasan aktivitas bangsa Atlantis, dan Piramida di dasar laut tersebut mungkin sebuah gudang pemasokan mereka.

Ada juga yang curiga bahwa Piramida kemungkinan adalah sebuah tanah suci yang khusus dilindungi oleh bangsa Atlantis pada tempat yang mempunyai sejenis kekuatan dan sifat khas energi kosmosnya, Piramida itu bisa menarik dan mengumpulkan sinar kosmos, medan energi atau energi gelombang lain yang belum diketahui dan struktur pada bagian dalamnya mungkin adalah resonansi gelombang mikro, yang memiliki efek terhadap suatu benda dan menghimpun sumber energi lainnya.

Li Hongzhi dalam buku yang berjudul Zhuan Falun mempunyai penjelasan tentang penemuan peradaban prasejarah sebagai berikut; “Di atas bumi ada benua Asia, Eropa, Amerika Selatan, Amerika Utara, Oceania, Afrika dan benua Antartika, yang oleh ilmuwan geologi secara umum disebut ‘lempeng kontinental’. Sejak terbentuknya lempeng kontinental sampai sekarang, sudah ada sejarah puluhan juta tahun. Dapat dikatakan pula bahwa banyak daratan berasal dari dasar laut yang naik ke atas, ada juga banyak daratan yang tenggelam ke dasar laut, sejak kondisi ini stabil sampai keadaan sekarang, sudah bersejarah puluhan juta tahun.

Namun di banyak dasar laut, telah ditemukan sejumlah bangunan yang tinggi besar dengan pahatan yang sangat indah, dan bukan berasal dari warisan budaya umat manusia modern, jadi pasti bangunan yang telah dibuat sebelum ia tenggelam ke dasar laut.” Dipandang dari sudut ini, misteri asal mula Piramida dasar laut ini sudah dapat dipecahkan.

Peristiwa-peristiwa terkenal

Penerbangan 19

Salah satu kisah yang terkenal dan bertahan lama dalam banyaknya kasus misterius mengenai hilangnya pesawat-pesawat dan kapal-kapal yang melintas di segitiga bermuda adalah Penerbangan 19. Penerbangan 19 merupakan kesatuan angkatan udara dari lima pesawat pembom angkatan laut Amerika Serikat.

Penerbangan itu terakhir kali terlihat saat lepas landas di Fort Lauderdale, Florida pada tanggal 5 Desember 1945. Pesawat-pesawat pada Penerbangan 19 dibuat secara sistematis oleh orang-orang yang ahli penerbangan dan kelautan untuk mengahadapi situasi buruk, namun tiba-tiba dengan mudah menghilang setelah mengirimkan laporan mengenai gejala pandangan yang aneh, dianggap tidak masuk akal.

Karena pesawat-pesawat pada Penerbangan 19 dirancang untuk dapat mengapung di lautan dalam waktu yang lama, maka penyebab hilangnya dianggap karena penerbangan tersebut masih mengapung-apung di lautan menunggu laut yang tenang dan langit yang cerah.

Setelah itu, dikirimkan regu penyelamat untuk menjemput penerbangan tersebut, namun tidak hanya pesawat Penerbangan 19 yang belum ditemukan, regu penyelamat juga ikut lenyap. Karena kecelakaan dalam angkatan laut ini misterius, maka dianggap "penyebab dan alasannya tidak diketahui".

Dan juga ditemukan adanya kaitan segitiga bermuda dengan atlantis yang ditemukan adanya penemuan kota-kota kuno dan berbagai bangunan di segitiga bermuda tersebut". Atlantis yang diduga tenggelam dalam waktu satu hari satu malam diduga kuat tenggelam di segitiga bermuda dan beberapa kawasan lainnya yang mirip dengan kejadian yang ada pada segitiga bermuda tersebut salah satunya yaitu di Indonesia, Malaysia, India, dan lainnya".

Kronologi dari beberapa peristiwa terkenal

* 1840: HMS Rosalie
* 1872: The Mary Celeste, salah satu misteri terbesar lenyapnya beberapa kapal di segitiga bermuda
* 1909: The Spray
* 1917: SS Timandra
* 1918: USS Cyclops (AC-4) lenyap di laut berbadai, namun sebelum berangkat menara pengawas mengatakan bahwa lautan tenang sekali, tidak mungkin terjadi badai, sangat baik untuk pelayaran
* 1926: SS Suduffco hilang dalam cuaca buruk
* 1938: HMS Anglo Australian menghilang. Padahal laporan mengatakan cuaca hari itu sangat tenang
* 1945: Penerbangan 19 menghilang
* 1952: Pesawat British York transport lenyap dengan 33 penumpang
* 1962: US Air Force KB-50, sebuah kapal tanker, lenyap
* 1970: Kapal barang Perancis, Milton Latrides lenyap; berlayar dari New Orleans menuju Cape Town.
* 1972: Kapal Jerman, Anita (20.000 ton), menghilang dengan 32 kru
* 1976: SS Sylvia L. Ossa lenyap dalam laut 140 mil sebelah barat Bermuda.
* 1978: Douglas DC-3 Argosy Airlines Flight 902, menghilang setelah lepas landas dan kontak radio terputus
* 1980: SS Poet; berlayar menuju Mesir, lenyap dalam badai
* 1995: Kapal Jamanic K (dibuat tahun 1943) dilaporkan menghilang setelah melalui Cap Haitien
* 1997: Para pelayar menghilang dari kapal pesiar Jerman
* 1999: Freighter Genesis hilang setelah berlayar dari Port of Spain menuju St Vincent.

Rabu, 09 Maret 2011

MISTERI ANEH ORION NEBULA


Ada sesuatu yang sangat aneh dan menakutkan tentang Nebula Orion. Nebula Orion adalah nebula menyebar di sebelah selatan Orion’s Belt. Daerah ini jelas terlihat dengan mata telanjang dan muncul pedang sebagai “bintang” di tengah Orion. Nebula Orion adalah salah satu obyek yang paling banyak diteliti dan dilihat di ruang angkasa. Nebula ini dihiasi dengan sekelompok formasi bintang raksasa dan merupakan daerah koleksi bintang yang paling dekat dengan Bumi. Telah diamati juga bahwa “peluru” supersonik dari gas berulang kali menusuk awan hidrogen padat Nebula Orion.

Teori yang telah terdaftar di internet yang menyatakan bahwa daerah sekitar Nebula Orion berisi bintang-bintang yang berbahaya bagi Bumi. Banyak dari laporan berasal dari kelompok video YouTube dan artikel yang memberitakan ini, tetapi pemerintah menutup-nutupi. Video yang menjelajahi koordinat ruang angkasa yang terletak di dekat Nebula Orion adalah Google Sky dan penampil Microsoft space.
Kita semua akrab dengan kenyataan bahwa kalender Maya Long Count berakhir pada tanggal 21 Desember 2012. Rupanya, orang-orang Maya di Amerika Tengah memiliki cerita rakyat yang berurusan dengan bagian Orion di langit, yang dikenal sebagai Xibalba. Kata ini secara kasar diterjemahkan sebagai “tempat menakutkan” yang berisi banyak tungku perapian tradisional atau bola api membara yang berhubungan dengan Nebula Orion. Ini aneh karena beberapa astronom terbesar dalam sejarah, termasuk Galileo yang membuat pengamatan teleskopik spesifik dari daerah sekitarnya Orion, tidak menyebutkan nebula.

Bahkan, tidak ada yang menyebutkan Nebula Orion sebelum abad ke-17. Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa ada arus pergerakan dari bintang-bintang menerangi di nebula telah meningkatkan kecerahan daerah tersebut. Hal ini juga membuktikan bahwa orang-orang Maya memiliki pengetahuan pra-teleskopik Nebula Orion. Nebula Orion telah dipelajari dengan seksama dan difoto oleh program ruang angkasa internasional. Bintang di nebula ini secara teratur memancarkan semburan besar bintang. Dalam banyak kasus, peristiwa-peristiwa besar berada pada skala yang lebih besar dari semburan bintang diproduksi oleh Matahari.

EFEK PEMANASAN GLOBAL: KOLONI PINGUIN RAIB

Ini adalah efek nyata akibat pemanasan global yang terjadi di bumi. Sekelompok penguin yang biasa mendiami daerah semenanjung Antartika Barat kini raib secara misterius.

Walaupun sebelumnya sudah diperkirakan bahwa penguin adalah mahluk yang akan terimbas secara langsung oleh efek pemanasan global, namun kasus ini ini merupakan kehilangan koloni penguin pertama yang terdokumentasi.

Koloni ini sendiri ditemukan pertama kali pada 1948, di sebuah pulau bernama Emperor Island. Tercatat ada sekitar 150 pasang penguin di kelompok ini. Populasi koloni penguin terlihat stabil sampai 1970.

Namun, pada 1978, sebuah laporan memperlihatkan adanya penurunan drastis hingga pada akhirnya sebuah riset menemukan bahwa pulau itu kini telah kosong pada 2009.

Menurut perkiraan tim peneliti dari British Antarctic Survey, penguin-penguin dari Emperor harus berpindah dari daerah mereka berasal, karena perubahan kondisi es, dan secara rutin mereka akan pulang kembali ke kampung halaman mereka.

Namun, jumlah penguin yang pulang ke habitat asal mereka kian lama kian berkurang, hingga akhirnya koloni di tempat ini benar-benar hilang. "Ini merupakan pertanyaan besar yang belum terjawab," ujar Philip Trathan, ketua tim peneliti yang mengepalai konservasi biologi, seperti dikutip oleh situs LiveScience.

Hingga belum dapat diketahui apakah koloni penguin itu sekadar pindah tempat atau kini mereka telah mati.

Karang es adalah sesuatu yang sangat krusial bagi penguin. Kebanyakan penguin Emperor berbiak di karang es. Saat es mulai terbentuk pada musim gugur, penguin berkelompok membentuk koloni.

Di sana mereka kawin, bertelur, mengembang biakkan anak-anak, hingga pertengahan musim panas. Koloni penguin Emperor biasanya juga membuat sangkar di darat, walaupun beberapa laporan juga mengatakan bahwa mereka juga membangun rumah di es.

Jadi, raibnya koloni penguin ini mengindikasikan bahwa berkembang biak di daratan adalah bukan alternatif yang baik. "Semenanjung Antartika Barat adalah tempat yang telah mengalami perubahan sangat besar," kata Trathan.

Kenaikan suhu di wilayah tidak pernah terjadi sebelumnya. Dari data yang dikumpulkan hingga sekitar 40 km dari tempat ini, temperatur udara telah meningkat.

Karang es di wilayah ini kini terbentuk semakin terlambat, namun mencair semakin dini. Ketiadaan karang es ini secara tidak langsung mengurangi keberadaan ikan, udang kecil, dan cumi-cumi yang mereka konsumsi.

Melalui penelitian yang telah dipublikasikan pada jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences pada 2009, menyimpulkan bahwa mencairnya es di Antartika bisa memperbesar peluang menurunnya populasi penguin hingga 95 persen atau lebih, pada tahun 2100.

Dikutip dari: VIVAnews.com

Senin, 07 Maret 2011

NASA TEMUKAN PLANET BARU

Beberapa tahun lalu, orang beranggapan planet di tata surya ada sembilan. Namun kini, hal itu menjadi jauh lebih rumit. Perburuan planet raksasa dimulai.

Ketika Pluto dinyatakan bukan planet lima tahun lalu, orang tampak terkejut. Kini, kita hanya memiliki delapan planet. Untungnya, ilmuwan memiliki bukti kuat menyatakan adanya planet kesembilan yang berada di sekitar Pluto dan jelas lebih besar dari Pluto.

Bukti yang dikumpulkan NASA melalui teleskop Wise membuktikan gas raksasa ini tersembunyi di luar Oort Cloud yang merupakan tempat paling jauh dari tata surya. Planet tersangka diberi nama Tyche oleh dua astrofisikawan Daniel Whitmire dan John Matese dari University of Lousiana di Lafayette.

Data awal Tyche dirilis pada April lalu. Menurut ilmuwan, dalam dua tahun planet itu akan menampakkan diri dengan sendirinya. “Jika benar, John dan saya akan membuat diagramnya. Itu tak mudah di usia kami,” kata Whitmire.

Saat lokasi Tyche diketahui, International Astronomical Union (IAU) akan memutuskan apakah statusnya akan dinyatakan sebagai ‘planet’. Masalah utama IAU adalah kemungkinan Tyche terbentuk sekitar bintang lain dan tertangkap gravitasi matahari.

Menurut juru bicara NASA, masih terlalu dini untuk menyatakan data Wise mampu memastikan obyek di Oort Cloud. Setelah data terkumpul beberapa tahun, hipotesa Tyche akan siap diuji.

Dikutip dari VIVAnews.com

MENGAPA MATAHARI TERLIHAT KEMERAHAN SAAT TERBIT DAN TERBENAM?

Anda tentu bisa melihat bahwa warna matahari saat terbit dan tenggelam adalah sama, yaitu berwarna kemerahan, dan bentuk matahari menjadi lebih besar dari biasanya. Mengapa kok bisa begitu?. Berikut ini mungkin adalah analisa yang bisa menjelaskan itu semua.

Saat matahari terbit dan terbenam maka langit sebagian akan berwarna berwarna merah, langit berwarna biru, dan cahaya langit terpolarisasi (paling tidak sebagian). Fenomena ini dapat dijelaskan atas dasar penghamburan cahaya oleh molekul atmosfer. Penghamburan cahaya oleh atmosfer bumi bergantung kepada panjang gelombang. Untuk partikel-partikel yang jauh lebih kecil dari panjang gelombang cahaya (seperti molekul udara), partikel-pertikel tersebut tidak merupakan rintangan yang besar bagi panjang gelombang yang panjang dibandingkan bagi yang pendek. Penghamburan berkurang, cahaya merah dan jingga dihamburkan lebih sedikit dari biru dan ungu, yang merupakan penyebab langit berwarna biru. Pada saat matahari terbenam, dipihak lain, berkas cahaya matahari melewati panjang atmosfer maksimum. Banyak dari warna biru yang telah dikeluarkan dengan penghamburan. Cahaya yang mencapai permukaan bumi berarti kekurangan biru, yang merupakan alasan matahari terbenam berwarna kemerahan.

Langit hanya berwarna biru di siang hari. Ada beberapa sebab mengapa langit saat itu berwarna biru. Bumi diselubungi lapisan udara yang disebut atmosfer. Walaupun tidak tampak, udara sebenarnya terdiri atas partikel-partikel kecil. Cahaya dari matahari dihamburkan oleh partikel-partikel kecil dalam atmosfer itu. Tetapi kita tahu, cahaya dari matahari terdiri dari paduan semua warna, dari merah, kuning, hijau, biru, hingga ungu. Warna-warna itu memiliki frekuensi yang berbeda. Merah memiliki frekuensi yang lebih kecil dari kuning, kuning lebih kecil dari hijau, hijau lebih kecil dari biru, biru lebih kecil dari ungu. Semakin besar frekuensi cahaya, semakin kuat cahaya itu dihamburkan. Warna langit adalah sebagian cahaya matahari yang dihamburkan. Karena yang paling banyak dihamburkan adalah warna berfrekuensi tinggi (hijau, biru, dan ungu), maka langit memiliki campuran warna-warna itu, yang kalau dipadukan menjadi biru terang. Karena warna biru banyak dihamburkan, maka warna matahari tidak putih sempurna, seperti yang seharusnya terjadi jika semua warna dipadukan. Warna matahari menjadi sedikit agak jingga. Pada sore hari, sering matahari berubah warna menjadi merah. Pada saat itu, sinar matahari yang sudah miring menempuh jarak lebih jauh untuk mencapai mata kita, sehingga semakin banyak cahaya yang dihamburkan. Sehingga yang banyak tersisa adalah cahaya frekuensi rendah, yaitu merah.

Di bulan dan di planet yang tidak memiliki atmosfir, cahaya matahari tidak dihamburkan, sehingga langit selalu berwarna hitam, walaupun di siang hari. Efek Tyndall juga dapat menerangkan mengapa langit pada siang hari berwarna biru, sedangkan ketika matahari terbenam di ufuk barat berwarna jingga atau merah. Hal tersebut dikarenakan penghamburan cahaya matahari oleh partikel-partikel koloid di angkasa, dan tidak semua frekuensi sinar matahari dihamburkan dengan intensitas yang sama. Oleh karena intensitas cahaya berbanding lurus dengan frekuensi, maka ketika matahari melintas di atas kita, frekuensi paling tinggilah yang banyak sampai ke mata kita, sehingga kita melihat langit biru.

Ketika matahari hampir terbenam, hamburan cahaya yang frekuensinya yang rendahlah yang lebih banyak sampai ke kita, sehingga kita menyaksikan langit berwarna jingga atau merah. Kita ingat untaian cahaya tampak dalam spektrum cahaya, merah-jingga-kuning-hijau-biru-ungu. Dari urutan merah sampai ungu, frekuensinya semakin tinggi. Jadi warna-warna yang mendekati merah memiliki frekuensi cahaya tinggi, dan warna-warna yang mendekati ungu memiliki frekuensi cahaya rendah.

Dikutip dari VIVAnews.com