Rabu, 02 Maret 2011

MELODRAMATIS

Hatiku tergugah dan jiwaku bertanya:
"Gerangan apa yang aku rasa saat ini?"
Tiada kata yang sanggup terucap
Tatkala engkau tersenyum anggun padaku

Tubuh ku laksana terbang melayang dan hilang tak terbayang.
Sanubari ku masih panas terbakar oleh api cintamu.
Jiwa ku pun masih tertusuk oleh anak panah yang engkau lepaskan dan tertancap tepat di jantung hati ku.

Kau begitu menggetarkan hati ku
Dan kau begitu sempurna adanya
Sehingga tidak hanya aku yang ingin memilikimu

Andai saja penat dan pengap ku lenyap dan pergi dari benak ku
Maka aku akan memulai memikirkanmu
Dan jika saja sedih, sepi dan sendiri ku menghindari hidup ku
Maka aku akan menciba memilikimu
Selamanya

Karena enkau terlalu menggugah hati ku

KAMU

Kamu
Yang pernah buat ku terlena oleh senyummu dan bangga dapat mencintaimu meski pun engkau tak pernah mau membalas cintaku dengan cintamu yang putih bersih

Kamu
Hadir kembali malam ini bersama teduh wajahmu disaat aku bersandar pada tonggak keangkuhan yang tak bisa cerahkan hari-hari ku yang gelap gulita

Kamu
Yang menyentuh hati ku yang telah rapuh, dan meluluhkan pedih penat yang ku rasa ketika engkau menerpa rindu ku dengan cinta yang tak pasti

Kamu
Yang bisa takjubkan hati kudengan keajaiban kecilmu, tutur katamu, gelak tawamu dan indahnya bahasa tubuhmu

Dan untukmu
Semoga indah hidup bersamanya

Minggu, 27 Februari 2011

BIDADARI KETIGA

Dia selalu datang saat aku pulang kerja. Dia tiba-tiba hadir dalam pikiran ku. Merasuk dan menguasai isi dalam otak ku. Perlahan-lahan muka manisnya membuat ku lupa pada 2 bidadari ku yang lain. Dia hadir untuk mengusir lelah ku setelah seharian bekerja dengan wangi tubuhnya dan ramah tuturnya.

Cinta ku sepertinya akan terbagi lagi. Akankah dia menjadi wanita ketiga yang merajai hati ku?. Sungguh, aku ingin mendapatkan cintanya. Kesabaran ku telah habis dan rasa ingin penasaran ku semakin menjadi-jadi, aku sungguh-sungguh terpikat padanya.

Alasan yang membuat aku memilikinya adalah mukanya terlalu mirip dengan orang yang melahirkan ku, ibu ku. Aku ingin mencintai dia sepenuhnya seperti aku mencintai ibu ku. Apakah aku pantas menjadi kekasihnya?

Beberapa hari ini dia begitu menyemangati ku dalam bekerja. Dialah yang membuat ku rajin untuk masuk kerja. Karena sehari bola mata ku tak memandang wajahnya maka seperti ada sesuatu yang kurang dalam hidup ku. Sungguh, ini bukan kegombalan.

Dia tak terlalu cantik tapi dia begitu sedap untuk dilihat. Mukanya sungguh-sungguh manis hingga membuat ku tak henti-hentinya mencuri pandang. Ya Allah, jodohkan aku dengan dia. Seseorang yang kini ada dalam benak ku.

Tapi, bagaimana dengan 2 bidadari ku yang lain?
Apakah mereka aku tinggalkan demi bidadari ketiga yang baru aku kenal?

PENYAKIT KU

Mulai, mulai dan mulai lagi. Penyakit ku yang dahulu kini kambuh lagi.Penyakit yang aku alami sejak aku berumur 16 tahun. Aku seharusnya sudah sembuh total dari penyakit ku sekarang. Tapi, waktu belum bisa menyembuhkannya.

Kapan aku bisa sehat dan normal kembali?

Aku telah mencoba untuk sabar mengidap penyakit ku yang parah. Dengan cara apa pun aku telah mencoba menyembuhkannya. Tapi hasilnya nihil, tak ada kemajuan yang dapat menghilangkan penyakit ku. Aku sungguh ingin bebas lepas dari penyakit ku.

Tiba-tiba racun itu membuat ku demam dan aku pun seperti jadi gila. Aku ingin hidup tanpa rasa ketakutan. Aku telah lelah mengalaminya. Dan aku ingin penyakit ini segera hilang dari tubuh ku.

Banyak yang tersakiti, banyak yang menangis dan banyak yang membenci penyakit ku. Cukup, aku tak ingin mereka jadi korban dari parahnya penyakit ku. Sudahlah, aku bukan pria pesakitan.

Penyakit ku, mengkhianati cinta seorang wanita dengan wanita lain.

Rabu, 23 Februari 2011

YANG TERKUNCI DARI DALAM

Buka pintu hatimu yang terkunci
Aku ingin masuk
Aku ingin memiliki
Aku ingin tahu, seberapa indah hatimu

Tuhan, aku ikuti takdirmu
Bila aku harus menunggu di luar
Sampai kapan pun aku akan bersabar
Walau mata tak lagi berbinar

Buka hatimu
Yang terkunci dari dalam

DALAM RENUNG

Suara batuknya membuat aku bersedih
Beliau tertidur sendiri dengan dinginnya udara malam
Kami berdua adalah nenek dengan cucu
Tapi seperti ibu dengan anak
Dekat sekali hati kami....

Kasih sayangnya takkan pernah terputus
Keindahannya melebihi indahnya persahabatan

Kadang aku dengan tega membencinya
Kadang juga aku memarahi cara bicaranya
Tanpanya aku bukan siapa-siapa

Dalam renung aku berkata:
"Maafkan Aku"

Senin, 21 Februari 2011

MALAS SHALAT

"Kapan aku bisa menjalankan shalat 5 waktu lagi?"
Sebuah pertanyaan yang belum bisa aku jawab. Aku sejak kecil telah mengenal kalimat "Asyhadu An-Laa Ilâha Illallâh wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullâh". Dua buah kalimat yang memuja dan memuji Allah dan bershalawat serta salam kepada Nabi Muhammad SAW. Kalimat yang menegaskan bahwa seseorang telah beragama Islam.

Dari beberapa bulan yang lalu aku telah malas untuk menunaikan kewajiban ku sebagai Muslim. Aku terkadang malu jika mendengar sebuah hadits yang berbunyi"barang siapa yang dengan sengaja meninggalkan shalat maka dia adalah kafir terang-terangan". Aku terlalu sering meninggalkan shalat. Aku merasa malu pada Tuhanku, Rasulku, Agamaku, Al-Qur'an, dan orang-orang di sekitarku, terutama keluargaku yang sejak kecil telah mengajarkan aku untuk shalat.

Padahal pada 2003, aku pernah menjadi santri di pondok pesantren Daarul Muttaqien selama beberapa bulan. Dan aku pun pernah tinggal di Serang, Banten untuk menguatkan keyakinan ku sebagai seorang Muslim dengan belajar mengaji, menghafal dan mengamalkan Al-Qur'an.

Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah adalah tempat ku dahulu bersekolah. Banyak mata pelajaran tentang Islam pada sekolah tersebut, termasuk tentang shalat. Tapi, kini aku begitu enggan untuk menjalankan ibadah menghadap Tuhan, alasannya pun aku tidak tahu hingga membuat aku terlalu malas untuk shalat. Padahal aku selalu berd dalam keadan sehat.

Tiap pagi, aku sengaja memasang agar bisa bangun pada jam 04.30.`Jadwal bangun pagi ku memang tepat dengan waktu shalat Shubuh. Ketika telah memasuki waktu shalat Shubuh, aku dengan sengaja meninggalkan kewajiban ku untuk shalat. Jika aku shalat, aku takut telat masuk kerja pada jam 07.00. Seharusnya aku menyempatkan terlebih dahuluuntuk sembahyang shalat Shubuh yang hanya 2 raka'at.

Aku selalu meninggalkan kewajiban sebagai Muslim. Padahal orang tua ku selalu berpesan agar aku lebih mengutamakan shalat dari pada pekerjaan yang lain.

Apakah Islam ku belum sempurna?
Apakah aku seorang kafir?
Naudzu billahi min dzalik......

Teringat dahulu ketika Juli 2009, saat itu hari Jum'at dan aku tengah beristirahat kerja bersama rekankerja yang lain. Kami beristirahat pada sebuah kantin yang bersebelahan dengan Musholla. saat tiba waktu Jumk'at, aku tak buru-buru mengambil air wudhu dan lekas shalat. Aku lebih memilih pergi ke taman kecil dan menghabiskan sebatang rokok ku di sana. Lalu datang seseorang berjaket hitam menghampiri ku dan meminjam korek api karena rokok yang tertempel pada mulutnya belum menyala. Dia menegur ku sambil berucap:"Sekarang bukannya waktu shalat Jum'at? Mengapa kamu tidak shalat?" lalu dengan spontan aku menjawab:"Pakaian ku kotor" Kemudian aku terdiam dan memperhatikan orang tadi. Karena dia juga tidak senbahyang shalat Jum'at. Hingga akhirnya aku tahu, ternyata dia adalah seorang Non-Muslim,sia seorang penganut Kristen Protestan.

Aku merasa malu dengan kejadian tersebut. Aku membohonginya dengan mengaku bahwa pakaian yang aku gunakan sedang kotor. Padahal aku masih bisa memakai pakaian lain yang lebih bersih atau meminjam pada teman ku jika aku memang berniat untuk shalat Jum'at.

Kejadian itu tetap tidak membuat ku mau untuk melaksanakan shalat. Aku seorang Muslm, tapi tak pernah shalat.
Astagfirullahaladziem.....

Harus sampai kapan aku malas shalat?
Apakah aku tahu seberapa besar dosa ku selama ini?

Aku terlalu sering bermaksiat, aku pun sering melakukan zina. Mungkin karena hal inilah yang membuat ku menjadi malas shalat. Dan aku pun terlalu sering mendapatkan masalah karena kebiasaan ku malas shalat.

Niat ku untuk kembali shalat memang selalu ada, tapi aku terlalu gampang dirayu oleh setan hingga membuat ku terpengaruh dan aku pun telah terjerumus.

Subhanallah......